Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
14 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
14 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
15 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
16 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
16 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  PON

Tekan Covid-19, Jepang akan Kembangkan Teknologi Pelacak

Tekan Covid-19, Jepang akan Kembangkan Teknologi Pelacak
Ilustrasi mobilitas orang. (foto: istimewa/matcha)
Senin, 28 Desember 2020 09:43 WIB

JAKARTA - Menteri Transformasi Digital Jepang, Takuya Hirai, mengungkapkan bahwa negeranya akan menerapkan sistem pelacak pelancong guna menekan penyebaran virus Covid-19.

"Tak ada gunanya jika kita tidak menerapkannya, jadi Anda tidak boleh masuk ke dalam negara ini kecuali menggunakan sistem itu," kata Takuya Hirai, dikutip dari Kyodo, Senin (28/12/2020).

Lansiran itu menyebut, siatem akan berfungsi dengan menggunakan teknologi global positioning system (GPS).

Juga dalam upaya mencegah penyebaran virus Covid-19 di Jepang, per 28 Desember 2020 negara itu efektif melarang warga negara asing ataupun warga negara Jepang sendiri untuk masuk ke Jepang tanpa bukti tes yang menyatakan negatif Covid-19 pada 72 jam sebelum keberangkatan.

Mereka juga wajib menjalani karantina selama 2 pekan setelah mendarat di Jepang.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, SEA Games, Basket, PON
wwwwww