Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
15 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
15 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
15 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
15 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
15 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
15 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Sri Mulyani Ungkap Keuangan Syariah Lebih Stabil di Tengah Pandemi

Sri Mulyani Ungkap Keuangan Syariah Lebih Stabil di Tengah Pandemi
Ilustrasi keuangan syariah. (gambar: ist.)
Selasa, 29 Desember 2020 12:06 WIB

JAKARTA - Menteri Keuangan (menkeu) RI, Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa keuangan syariah lebih stabil dari keuangan konvensional di tengah pandemi.

"Intermediasi perbankan nasional yang cenderung mengalami penurunan, namun kinerja perbankan syariah justru stabil dan tumbuh lebih tinggi dibandingkan perbankan konvensional," ungkap Sri Mulyani saat mengikuti Sharia Business and Academic Sinergy (SBAS) 2020 secara virtual, Selasa (29/12/2020).

Di antara indikator stabilnya industri keuangan syariah, Sri Mulyani mengungkapkan, pertumbuhan aset bank syariah mencapai 10,97 persen pada September 2020. Realisasinya lebih tinggi dari pertumbuhan aset bank konvensional yang hanya mencapai 7,77 persen.

Selanjutnya; Dana Pihak Ketiga (DPK) bank syariah tumbuh 11,56 persen, sementara konvensional hanya 11,49 persen; Pertumbuhan pembiayaan syariah mencapai 9,42 persen, sedangkan pertumbuhan kredit bank konvensional justru hanya 0,55 persen hingga September lalu.

Kemudian; Rasio kecukupan modal bank syariah mencapai 23,5 persen; dan rasio pembiayaan bermasalah sebesar 3,31 persen.

"Stabilitas dan daya tahan keuangan syariah cenderung stabil, terutama kalau dibandingkan pada masa-masa kritis seperti ini dari industri keuangan konvensional," kata Sri Mulyani.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Voli, Nasional, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww