Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atletik Menuju Era Industri, LBP Dinilai Penuhi Kriteria Pimpin PB PASI
Olahraga
22 jam yang lalu
Atletik Menuju Era Industri, LBP Dinilai Penuhi Kriteria Pimpin PB PASI
2
Gus Menteri Beberkan Program Prioritas Pembangunan Desa ke DPR
Politik
15 jam yang lalu
Gus Menteri Beberkan Program Prioritas Pembangunan Desa ke DPR
3
Kapolres Serang Perintahkan Cukur Rambut Anggotanya yang Gondrong 
Umum
23 jam yang lalu
Kapolres Serang Perintahkan Cukur Rambut Anggotanya yang Gondrong 
4
WHO Prediksi Tahun Ini Pandemi Covid-19 Makin Parah, Ini Alasannya
Kesehatan
22 jam yang lalu
WHO Prediksi Tahun Ini Pandemi Covid-19 Makin Parah, Ini Alasannya
5
Ombak Besar Mirip Tsunami Terjang Manado, Warga Berhamburan, Begini Penampakannya
Peristiwa
24 jam yang lalu
Ombak Besar Mirip Tsunami Terjang Manado, Warga Berhamburan, Begini Penampakannya
6
PSSI Buka Seleksi Pelatih Timnas Wanita
Sepakbola
22 jam yang lalu
PSSI Buka Seleksi Pelatih Timnas Wanita
Home  /  Berita  /  Sepakbola

Implementasikan Inpres P3N, PSSI Bentuk Tim Ad-Hoc

Implementasikan Inpres P3N, PSSI Bentuk Tim Ad-Hoc
Kamis, 14 Januari 2021 22:07 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTAPSSI terus bergerak untuk mengimplementasikan Inpres Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional (P3N). PSSI sudah membentuk Tim Ad-Hoc untuk mempercepat hal ini. Tim Ad-Hoc terdiri dari 18 orang dan diketuai oleh Dr.Ir. Agus Ambo Djiwa MP dan Wakil Ketua Umum Drs.Tommy Apriantono, MSc, PhD.

Menurut Agus, sepakbola ialah olahraga paling populer di dunia (3,5 miliar penduduk dari 7,2 miliar). Indonesia dengan penduduk lebih dari 365 juta jiwa, merupakan salah satu penyumbang terbesar jumlah penggemar sepak bola di seluruh dunia. ‘’Indonesia juga menjadi negara kedua di dunia yang mencintai sepak bola, dengan angka 77% penduduk yang mencintai sepak bola. Akan tetapi, hanya 17% penduduknya aktif main sepak bola pada urutan ke-22 di dunia,’’ ujar Agus.

Tidak hanya itu, stadion selalu dipenuhi suporter saat penyelenggaraan pertandingan. Apakah itu Liga 1, Liga 2 maupun timnas saat bermain. Untuk stadion, setidaknya ada 175 stadion, namun hanya 2 yang berstandar AFC. Tidak hanya itu PSSI sebagai federasi tidak memiliki stadion maupun tempat Latihan untuk timnas.

Agus Menambahkan saat ini ada 7 PPLP yang tersebar di 7 provinsi, 1 SKO Ragunan dan 1 PPLM di Purwakarta belum berfungsi sebagai sarana pengembangan bakat elite pesepak bola atau akademi kelas Asia dan dunia. ‘’PSSI yang rutin menggelar kompetisi professional tidak memiliki akademi berkualitas di Asia atau dunia, sehingga kesulitan men-suplly pemain muda berbakat untuk menjadi andalan timnas nasional. Sekolah sepak bola (SSB) juga belum memiliki standar kualitas yang seragam,’’ imbuh Agus.

Ketua Umun PSSI Mochamad Iriawan menambahkan banyak tantangan yang dihadapi PSSI ke depan. Selain soal kompetensi kepelatihan, juga soal kompetensi perwasitan dan tata kelola penyelenggaraan kompetisi yang ada, belum menjangkau potensi sekolah dan usia secara terstruktur, berjenjang dan berkelanjutan.‘’Itu semua menjadi tantangan PSSI ke depan. Tetapi, dengan perhatian dari pemerintah, kami yakin sepak bola akan maju,’’ imbuh Iriawan.

Iriawan pun meyakini dengan Inpres Nomor 3 Tahun 2019 ini akan ada peningkatan prestasi sepak bola nasional dan internasional. Sebab, dengan Inpres ini pengembangan bakat, peningkatan jumlah dan kompetensi wasit serta pelatih sepak bola akan membaik.

Kemudian pengembangkan sistem kompetisi berjenjang dan berkelanjutan, pembenahan sistem dan tata Keloka sepak bola. Penyediaan prasarana dan sarana stadium sepak bola di seluruh Indonesia sesuai standar internasional dan pemusatan latihan sepak bola. ***

wwwwww