Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagal jadi Anggota DPR, Budiman Sudjatmiko Kebagian jadi Komisaris PTPN V Riau
Peristiwa
23 jam yang lalu
Gagal jadi Anggota DPR, Budiman Sudjatmiko Kebagian jadi Komisaris PTPN V Riau
2
Setelah Sempat Tolak 2 RUU, Kini PAN Minta RUU Pemilu Dibatalkan
Politik
14 jam yang lalu
Setelah Sempat Tolak 2 RUU, Kini PAN Minta RUU Pemilu Dibatalkan
3
Baleg DPR akan Lanjutkan Proses RUU Pemilu
DPR RI
8 jam yang lalu
Baleg DPR akan Lanjutkan Proses RUU Pemilu
4
Sempat Positif Covid-19, Perajin di Pesisir Selatan Ciptakan Batik Motif Virus Corona
Peristiwa
11 jam yang lalu
Sempat Positif Covid-19, Perajin di Pesisir Selatan Ciptakan Batik Motif Virus Corona
5
Diguyur Hujan Deras, Manado Kembali Banjir dan Longsor
Peristiwa
11 jam yang lalu
Diguyur Hujan Deras, Manado Kembali Banjir dan Longsor
6
Miris, Saat Bantu Orang Tua Bikin Batu Bata, Siswi SD di Pekanbaru Ini Kehilangan Tangannya
Umum
9 jam yang lalu
Miris, Saat Bantu Orang Tua Bikin Batu Bata, Siswi SD di Pekanbaru Ini Kehilangan Tangannya
Home  /  Berita  /  Umum

Jumlah Umat Islam Diprediksi Terbesar di Dunia dalam 50 Tahun ke Depan, Ini Penyebabnya

Jumlah Umat Islam Diprediksi Terbesar di Dunia dalam 50 Tahun ke Depan, Ini Penyebabnya
Jamaah haji melakukan tawaf (mengelilingi Kakbah) di Makkah. (int)
Kamis, 14 Januari 2021 06:33 WIB
JAKARTA -- Jumlah umat Islam diprediksi terbesar di dunia dalam 50 tahun ke depan. Sebab, pertumbuhan umat Islam diperkirakan dua kali lebih cepat dari populasi dunia secara keseluruhan antara 2015 dan 2060.

Dikutip dari Republika.co.id, Pew Research Center melaporkan, kenaikan tersebut diproyeksikan kemungkinan akan melampaui umat Kristen sebagai kelompok agama terbesar di dunia saat ini. 

Populasi dunia diproyeksikan tumbuh 32 persen dalam beberapa dekade mendatang, jumlah Muslim diperkirakan akan meningkat 70 persen dari 1,8 miliar pada 2015 menjadi hampir tiga miliar pada 2060. 

Pada 2015, Muslim membentuk 24,1 persen dari populasi global. Pada 45 tahun kemudian, mereka diharapkan menjadi lebih dari tiga dari sepuluh penduduk dunia atau 31,1 persen. 

Alasan utama pertumbuhan Islam pada akhirnya melibatkan demografi sederhana. Pertama, Muslim memiliki lebih banyak anak daripada tujuh kelompok agama besar lainnya yang dianalisis dalam penelitian ini. 

Wanita Muslim memiliki rata-rata 2,9 anak, jauh di atas kelompok tertinggi berikutnya (Kristen pada 2,6) dan rata-rata dari semua non-Muslim (2,2). Di semua wilayah utama di mana terdapat populasi Muslim yang cukup besar, kesuburan Muslim melebihi kesuburan non-Muslim.

Pertumbuhan populasi Muslim juga dibantu fakta bahwa Muslim memiliki usia rata-rata termuda (24 tahun 2015) dari semua kelompok agama utama, lebih muda tujuh tahun dari usia rata-rata non-Muslim (32).

Sebagian besar umat Islam akan segera berada pada titik kehidupan mereka ketika orang mulai memiliki anak. Ini, ditambah dengan tingkat kesuburan yang tinggi, akan mempercepat pertumbuhan penduduk Muslim.  

Lebih dari sepertiga Muslim terkonsentrasi di Afrika dan Timur Tengah, wilayah yang diproyeksikan mengalami peningkatan populasi terbesar. Tetapi bahkan di wilayah dengan pertumbuhan tinggi ini dan juga wilayah lainnya Muslim diperkirakan tumbuh lebih cepat daripada anggota kelompok lain. 

Misalnya, Muslim di sub-Sahara Afrika, rata-rata, lebih muda dan memiliki kesuburan lebih tinggi daripada  populasi keseluruhan di wilayah tersebut.  

Faktanya, Muslim tumbuh sebagai persentase di setiap wilayah kecuali Amerika Latin dan Karibia, di mana relatif sedikit Muslim berdiam di sana. 

Dinamika yang sama juga terjadi di banyak negara di mana Muslim tinggal dalam jumlah besar bersama kelompok agama lain. Misalnya,  jumlah Muslim India tumbuh  pada tingkat yang lebih cepat daripada populasi mayoritas Hindu di negara itu, dan diproyeksikan meningkat dari 14,9 persen persen dari populasi India pada 2015 menjadi 19,4 persen (atau 333 juta orang) pada pada 2060.

Sementara terdapat jumlah yang serupa Muslim dan Kristen di Nigeria pada 2015, Muslim memiliki kesuburan yang lebih tinggi di sana dan diperkirakan akan tumbuh menjadi mayoritas populasi Nigeria (60,5 persen) pada 2060. 

Sementara itu, perpindahan agama yang diperkirakan akan menghambat pertumbuhan umat Kristen sekitar 72 juta antara 2015 dan 2060 diperkirakan tidak akan berdampak negatif pada pertumbuhan populasi Muslim.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Umum
wwwwww