Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kalahkan Brian Yang, Vito Melaju ke Perempatfinal
Olahraga
24 jam yang lalu
Kalahkan Brian Yang, Vito Melaju ke Perempatfinal
2
Surati Menkumham, Kapolri dan Menkopolhukam, AHY Minta KLB PD Ilegal di Sumut Dihentikan
Politik
22 jam yang lalu
Surati Menkumham, Kapolri dan Menkopolhukam, AHY Minta KLB PD Ilegal di Sumut Dihentikan
3
Kubu Pro dan Penolak KLB Demokrat Bentrok, Pegawai SPBU dan Sekuriti Terluka
Peristiwa
20 jam yang lalu
Kubu Pro dan Penolak KLB Demokrat Bentrok, Pegawai SPBU dan Sekuriti Terluka
4
Jika Moeldoko Berhasil Kudeta, Demokrat Bisa Dapat Jatah Menteri dari Jokowi
Politik
21 jam yang lalu
Jika Moeldoko Berhasil Kudeta, Demokrat Bisa Dapat Jatah Menteri dari Jokowi
5
Tok...! Moeldoko Ditetapkan KLB Kubu Kontra AHY Jadi Ketum Demokrat
Peristiwa
19 jam yang lalu
Tok...! Moeldoko Ditetapkan KLB Kubu Kontra AHY Jadi Ketum Demokrat
6
Izin Laga Timnas Keluar, Iwan Bule: Hanya 272 Orang Yang Boleh di Lapangan
Sepakbola
23 jam yang lalu
Izin Laga Timnas Keluar, Iwan Bule: Hanya 272 Orang Yang Boleh di Lapangan
Home  /  Berita  /  Hukum

Nge-twit soal 'Islam Arogan', PWNU Jatim Sebut Abu Janda Minim Ilmu Agama

Nge-twit soal Islam Arogan, PWNU Jatim Sebut Abu Janda Minim Ilmu Agama
Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim KH Abdusalam Sokhib. (Foto: Detik.com)
Jum'at, 29 Januari 2021 17:13 WIB
SURABAYA - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur buka suara soal cuitan Permadi Arya alias Abu Janda yang menyebut 'Islam arogan' saat twit war dengan Tengku Zulkarnain. PWNU Jatim menilai cuitan Abu Janda merupakan ketidaktahuan soal Islam.

"Ya jelas pernyataan yang sangat disayangkan lah. Tak patut membicarakan tentang dia tidak tahu dan punya kemampuan di situ," terang Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim KH Abdusalam Sokhib, Jumat (29/1/2021).

Tak hanya itu, Abdusalam juga menilai Abu Janda sebagai orang yang tidak jelas statusnya, apalagi kemampuannya dalam bidang keilmuan. Untuk itu ia mengimbau agar masyarakat tidak mendengarkan apa yang disampaikan oleh Abu Janda.

Ads

"Menurut saya orang-orang yang statusnya tak jelas, kemampuannya juga tak jelas, bicaranya juga tak jelas dengan kemampuannya yang dimiliki tak perlu didengarkan," ujar pria yang akrab disapa Gus Salam itu.

"Ya yang tentang agama ya kita dengarkan kita ikuti orang yang kapasitas di masalah agama. Kalau dengan birokrasi ya kita dengar orang yang lebih tahu tentang itu," imbuhnya.

Gus Salam lantas mengutip sebuah hadist soal bahayanya suatu perkara yang diserahkan kepada orang yang tidak tepat atau tidak punya kemampuan di bidangnya. Dan hal itu sering diingatkan Gus Dur.

"Istilahnya 'Idzaa wussidal amru ilaa ghoiri ahlihi fantadziris saa'ah'. Itu juga yang sering disampaikan Gus Dur. Urusan itu kalau tidak ditangani yang tidak ahlinya, ya pasti akan menimbulkan efek yang tidak baik," papar Gus Salam.

Sebelumnya, cuitan Permadi Arya alias Abu Janda yang menyebut 'Islam arogan' disorot Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Cuitan Abu Janda ini berawal dari twit war dengan Tengku Zulkarnain.

Pada awalnya, Tengku Zulkarnain lewat akun Twitter @ustadztengkuzul, berbicara soal arogansi minoritas terhadap mayoritas di Afrika. Lalu, Tengku Zulkarnain menyebut tidak boleh ada arogansi, baik dari golongan mayoritas ke minoritas maupun sebaliknya. Cuitan ini dipublikasikan hari Minggu (24/1).

"Dulu minoritas arogan terhadap mayoritas di Afrika Selatan selama ratusan tahun, apertheid. Akhirnya tumbang juga. Di mana-mana negara normal tidak boleh mayoritas arogan terhadap minoritas. Apalagi jika yang arogan minoritas. Ngeri melihat betapa kini Ulama dan Islam dihina di NKRI," cuit Tengku Zulkarnain lewat akun Twitter @ustadztengkuzul, seperti dilihat, Jumat (29/1/2021).

Abu Janda membalas cuitan Tengku Zulkarnain. Dia menyebut ada Islam yang 'arogan' karena mengharamkan kearifan lokal di Indonesia.

"Yang arogan di Indonesia itu adalah Islam sebagai agama pendatang dari Arab kepada budaya asli kearifan lokal. Haram-haramkan ritual sedekah laut, sampai kebaya diharamkan dengan alasan aurat," cuit Abu Janda lewat akun @permadiaktivis1.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Detik.com
Kategori:Peristiwa, Hukum, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta
wwwwww