Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dipaksa Oral Seks, Sekretaris Mengaku Tak Berani Melawan Bos Bank Internasional
Hukum
19 jam yang lalu
Dipaksa Oral Seks, Sekretaris Mengaku Tak Berani Melawan Bos Bank Internasional
2
Paksa Sekretaris Oral Seks saat Sembahyang, Bos Bank, Jimmy: Saya Lagi Mabuk Pak
Hukum
20 jam yang lalu
Paksa Sekretaris Oral Seks saat Sembahyang, Bos Bank, Jimmy: Saya Lagi Mabuk Pak
3
Dukung KLB, Barisan Massa Demokrat Minta AHY Mundur dari Jabatan Ketum
Politik
20 jam yang lalu
Dukung KLB, Barisan Massa Demokrat Minta AHY Mundur dari Jabatan Ketum
4
Terangsang saat Kantor Sepi, Bos Bank Jimmy Cabuli 2 Sekretarisnya di Kantor
Peristiwa
20 jam yang lalu
Terangsang saat Kantor Sepi, Bos Bank Jimmy Cabuli 2 Sekretarisnya di Kantor
5
Siarkan Konten Horor di Rumah Kosong, Bigo Live Gandeng Raffi Ahmad
Peristiwa
21 jam yang lalu
Siarkan Konten Horor di Rumah Kosong, Bigo Live Gandeng Raffi Ahmad
6
Cabut Perpres Miras, Jokowi Dianggap Tunjukkan Sikap Demokratis
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Cabut Perpres Miras, Jokowi Dianggap Tunjukkan Sikap Demokratis
Home  /  Berita  /  Pendidikan

Soal 'Mindset' Pancasila dalam Pendidikan, Hetifah Tekankan Pentingnya Membangun 'Guru Pancasila'

Soal Mindset Pancasila dalam Pendidikan, Hetifah Tekankan Pentingnya Membangun Guru Pancasila
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian saat memimpin rapat terkait PJP Nasional, Rabu (27/1/2021). (foto: ist.)
Jum'at, 29 Januari 2021 15:21 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian mengatakan, model pendidikan berbasis kearifan lokal seperti madrasah dan pesantren harus terakomodasi dalam Peta Jalan Pendidikan (PJP) Nasional serta Pendidikan Pancasila dan Karakter.

"Model pendidikan seperti madrasah dan pesantren telah terbukti selama berabad-abad dapat mencetak SDM (sumber daya manusia) unggul dan berkarakter luhur. Mari kita kawal agar model pendidikan seperti ini dapat ditingkatkan kualitasnya melalui strategi-strategi dalam PJP. 'PR' kita adalah bagaimana model pendidikan ini dapat terus relevan dan update sesuai perkembangan zaman," kata Hetifah kepada GoNews.co, Jumat (29/1/2021).

Hetifah melanjutkan, dalam pembentukan karakter 'Pelajar Pancasila' PJP juga dapat memuat strategi bagaimana membangun karakter 'Guru Pancasila'.

Ads

"Karena sulit sekali menanamkan karakteristik Pelajar Pancasila dengan kurikulum yang bagaimanapun jika gurunya belum memiliki mindset yang sama," kata Hetifah.

Sebelumnya, Komisi X DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen Paud Dikmen, Dirjen Kebudayaan, Dirjen Balitbang), Kementerian Agama (Dirjen Pendidikan Agama Islam), BAPPENAS (Direktur Agama, Pendidikan, dan Budaya), serta Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, KamisĀ  (28/1/2021).

Rapat tersebut dilaksanakan guna menggali masukan terkait Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020-2035 terkait RI Sektor Pendidikan Dasar Menengah dan Agama serta Pendidikan Pancasila dan Karakter.

Pihak-pihak yang hadir menyampaikan pentingnya pendidikan agama serta Pancasila dan karakter untuk dicantumkan dalam penyempurnaan Peta Jalan Pendidikan (PJP) Nasional.

Amich Alhumami selaku Direktur Agama, Pendidikan, dan Kebudayaan Bappenas, menyatakan bahwa pendidikan merupakan instrumen penting dalam pemajuan kebudayaan.

"Pendidikan merupakan strategi kebudayaan untuk membangun karakter dan meneguhkan jati diri bangsa, serta memperkuat identitas nasional," ujarnya.

Ia mencontohkan madrasah dan pesantren sebagai salah satu bentuk lembaga pendidikan yang berakar kuat dalam masyarakat Indonesia, dan telah menciptakan lulusan-lulusan yang berkarakter luhur.

Senada dengan Amich, Ali Ramdani selaku Dirjen Pendidikan Islam Kemenag menyampaikan berbagai program penguatan madrasah yang telah dilakukan oleh pemerintah.

"Kami melalui program 'Realizing Education's Promise, Madrasah Education Quality Reform yang didukung oleh Bank Dunia, berkomitmen melakukan investasi penguatan sistem Madrasah. Antara lain dengan sistem perencanaaan dan penganggaran berbasis kinerja, sistem penilaian hasil belajar dan asesmen kompetensi siswa, pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru dan tenaga kependidikan madrasah, serta sistem pendataan Pendidikan," jelasnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, DPR RI, Nasional, Pemerintahan, Pendidikan
wwwwww