Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
4 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
3 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
5
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
4 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
6
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Sepakbola
2 jam yang lalu
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Isu Kudeta, Aktivis 98 Sindir AHY Tak Bermain 'Playing Victim' Seperti Bapaknya

Isu Kudeta, Aktivis 98 Sindir AHY Tak Bermain Playing Victim Seperti Bapaknya
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: Istimewa)
Selasa, 02 Februari 2021 17:33 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Perseteruan Moeldoko dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) semakin memanas karena dikait-kaitkan dengan Presiden Jokowi.

Bahkan, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD membantah telah merestui Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengambil alih kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY) di Partai Demokrat.

Hal itu disampaikannya sebagai klarifikasi beredarnya kabar bahwa dirinya mendukung langkah Moeldoko dalam upaya kudeta terhadap kekuasaan AHY di partai berlambang bintang Mercy. "Ada isu aneh, dikabarkan beberapa menteri, termasuk Menko Polhukam Mahfud MD, merestui Kepala KSP Moeldoko mengambil alih Partai Demokrat dari AHY melalui KLB," ujar Mahfud dikutip dari akun Twitter-nya, @mohmahfudmd, Selasa (2/2/2021).

"Wah, mengagetkan, yakinlah saya tak pernah berbicara itu dengan Pak Moeldoko maupun dengan orang lain. Terpikir saja tidak, apalagi merestui," ujar Mahfud.

Sementara itu, Aktivis Brikade 98 asal Sumatera Barat, Aznil Tan, meminta AHY tidak mengait-ngaitkan Presiden Jokowi soal isu mengambil paksa partainya lewat jalur Kongres Luar Biasa (KLB). 

"Tidak ada untungnya buat Jokowi mau dorong orang sekitarnya untuk ambil Demokrat. Malah Jokowi rugi karena tidak ada balance of power. Jokowi komit dengan demokrasi," ujar Aznil di Jakarta (2/2/2021).

Aznil Tan yang dikenal sebagai tokoh relawan pemenangan Jokowi-Maaruf juga menyindir AHY sedang memainkan playing victim. "Politik playing victim masih jadi pola oleh politikus. Berpura-pura terzholimi oleh penguasa agar publik merasa iba dan muncul dukungan. Jangan tiru bapaknya lah!," sindirnya.

Aznil Tan tidak menampik, jika Moeldoko berkeinginan untuk menjadi Ketum Demokrat. Dia menilai Demokrat akan jadi partai besar kembali dibawah pimpinan Moeldoko. "Sah-sah saja Moeldoko berkeinginan jadi Ketum Demokrat. Beliau kan ikut juga membesarkan Demokrat. Apalagi beliau mantan Panglima TNI, Demokrat bisa jadi besar kembali. AHY ngga level lah. Apple to Apple itu, Moeldoko versus SBY," pungkasnya.***

wwwwww