Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
20 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
14 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
12 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
13 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
13 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
21 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  PON

Kejar Jutaan Rupiah dari Rumah, Perempuan Penjual Masker Lirik Gim Online dan Bitcoin

Kejar Jutaan Rupiah dari Rumah, Perempuan Penjual Masker Lirik Gim Online dan Bitcoin
Ilustrasi pencarian gim online 2021 di playstore. (gambar: tangkapan layar)
Selasa, 23 Februari 2021 17:38 WIB
JAKARTA - L, Seorang perempuan penjual masker rumahan di pinggiran Jakarta mengaku mendapatkan 50 - 100 dollar Amerika Serikat (setara Rp0,7 - 1,4 juta) per 1 gim (game) online tiap bulannya. Ia bisa memainkan 10 gim dari gawainya.

Itu potret sebelum pandemi, di masa pandemi Covid-19 saat ini Ia memilih untuk mencari gim online lain yang lebih bervariasi, dan beradaptasi. Tak hanya gim, Ia juga mengaku tertarik dengan Bitcoin.

"Aku maunya (gim, red) dollar 4, Btc (Bitcoin) 3, gim lokal (rupiah, red) 2," kata L kepada GoNews.co, Selasa (23/2/2021).

Saat ini, kata perempuan berparas mirip etnis Thinghoa itu, Ia tengah beradaptasi dengan beberapa gim dan aplikasi baru. Untuk Bitcoin, Ia mengaku baru saja masuk karena tergiur harga yang terus naik, "tapi aku belum main,".

Menurutnya, ragam cara bermain dan mencari uang secara digital itu adalah langkah yang menarik untuk ditempuh saat ini.

"Tanpa harus kerja di luar tapi menghasilkan, kan! Apalagi di masa pandemi yang susah, game-game banyak yang menghasilkan uang," kata Dia.

Tiap gim dan aplikasi digital, kata dia, punya skema menghasilkan uang yang berbeda untuk para penggunanya. Ada aplikasi yang memberi keuntungan uang kepada penggunanya hanya dengan cara menonton atau mengajak orang lain untuk menggunakan aplikasi tersebut.

"Aku ada yang Rp52 ribu (per satu orang yang berhasil diajak menjadi pengguna baru, red)" kata dia.

L, sebelumnya dikenal sebagai sosok perempuan yag kritis mengenai situasi dampak pandemi di lingkungannya, termasuk soal bansos (bantuan sosial) yang beberapa kali Ia sinyalir terjadi praktik tak sesuai aturan.

Bagaimana, tertarik mengikuti jejaknya? Alih-alih berharap bantuan dari pemerintah seperti bansos (bantuan sosial), mandiri menghasilkan uang secara digital mungkin bisa menjadi pilihan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Nasional, PON
wwwwww