Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
11 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
11 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
22 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
11 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
11 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Ada Dua Alasan Lifter Deni Ingin Tampil di Tokyo

Ada Dua Alasan Lifter Deni Ingin Tampil di Tokyo
Lifter angkat besi, Deni. (Foto: Ist)
Sabtu, 27 Februari 2021 15:45 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA -  Mengapa lifter Deni tetap ingin tampil di Olimpiade Tokyo yang akan digelar 24 Juli - 9 Agustus 2021? Peraih emas SEA Games Filipina 2019 ini menguak ada dua alasan yag membuatnya ingin tetap berada di Kontingen Indonesia pada pesta olahraga akbar dunia empat tahunan tersebut.

Alasan pertama, kata Denny, berdasarkan peringkat yang dikeluarkan Federasi Angkat Besi Internasional (IWF) yang membuka peluangnya. Pada peringkat kelas 67kg, Deni menempati posisi ke-14. Sesuai aturan yang ditentukan IWF dimana tiket diberikan kepada lifter yang berada di peringkat 1 hingga 8 dunia dan setiap negara hanya berhak menurunkan 1 lifter setiap kelas, Deni bisa mendapatkan tiket tersebut.

Dengan adanya aturan itu, posisi peraih medali emas SEA Games Filipina 2019 ini akan menyodok ke peringkat ke-7 karena ada 7 lifter peringkat di atasnya yang akan tercoret. Yakni, Eko Yuli Irawan yang menempati posisi ke-2 akan tampil di kelas 61kg dan Mayora Pernia Julio Ruben naik ke kelas 73kg. Lalu, 3 dari 4 atlet dari China, 1 dari 2 lifter Uzbekistan dan 1 dari 2 lifter Kolumbia tercoret.

"Berdasarkan aturan IWF itu saya bisa berada di peringkat ke-7 bahkan bisa di peringkat ke-6 karena atlet Jepang, Konnai Mitsunori tidak masuk dalam hitungan karena atlet tuan rumah yang potomatis mendapatkan tiket ke Olimpiade. Jadi, saya memang benar-benar berpeluang untuk bisa mendapatkan tiket ke Tokyo," kata Deni yang dihubungi Gonews.co, Jumat )26/2/2021) malam.

"Peringkat itu kan tidak gampang didapat dan itu semua berkat usaha dan kerja keras untuk bisa meraih prestasi di berbagai event. Makanya, saya ingin ini menjadi pertimbangan sehingga saya bisa diberikan kesempatan untuk meraih prestasi lebih baik," tambahnya.

Alasan kedua, kata Deny, dirinya berpeluang untuk bisa meraih prestasi lebih baik karena di Olimpiade Tokyo nanti akan turun di kelas 67kg yang merupakan spesialisasinya. Sebab, pada Olimpiade London 2012 dan Olimpiade Rio de Janeiro 2016 turun di kelas 69kg.

"Saya punya peluang untuk bisa lebih baik tampil di spesialisasi saya kelas 67kg. Tidak janji tetapi saya akan berusaha untuk meraih medali. Itu memang sudah menjadi tekad saya sejak awal saat mengakhiri penampilan di Olimpiade," tegasnya.

Meski sudah dicoret dari pelatnas Olimpiade, Deni mengaku tetap menjalani program latihan di salah satu Gym di kawasan Jakarta Selatan. Apalagi, dia juga akan tampil untuk memperkuat Tim Angkat Besi Bengkulu pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021.

"Saya memang sudah tidak di pelatnas Olimpiade tetapi saya tidak pernah putus menjalani program latihan. Kalaupun saya diberikan kesempatan saya akan berusaha menunjukkan bahwa saya masih punya kemampuan memberikan yang terbaik," tandasnya. ***

wwwwww