Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Minta Bantu Karena Tak Terima Diputus Pacar, Gadis Ini Malah Dicabuli Dukun
Hukum
22 jam yang lalu
Minta Bantu Karena Tak Terima Diputus Pacar, Gadis Ini Malah Dicabuli Dukun
2
Meraup Berkah di Tanjakan Maut Sitinjau Laut Melalui Akun Youtube
Umum
22 jam yang lalu
Meraup Berkah di Tanjakan Maut Sitinjau Laut Melalui Akun Youtube
3
Penagih Utang Tewas Dikeroyok di Cipondoh, 5 Warga Diamankan Polisi
Peristiwa
21 jam yang lalu
Penagih Utang Tewas Dikeroyok di Cipondoh, 5 Warga Diamankan Polisi
4
Menghilang 1,5 Bulan, Pria di Aceh Ditemukan Tinggal Kerangka Dekat Gubuk
Peristiwa
22 jam yang lalu
Menghilang 1,5 Bulan, Pria di Aceh Ditemukan Tinggal Kerangka Dekat Gubuk
5
Bawa 20 Paket Besar Ganja, Warga Kuranji Padang Dicokok Petugas
Hukum
23 jam yang lalu
Bawa 20 Paket Besar Ganja, Warga Kuranji Padang Dicokok Petugas
6
Pj Kepala Daerah 22/23 Kewenangan Siapa? Azis Syamsuddin Dorong Pembahasan
Politik
22 jam yang lalu
Pj Kepala Daerah 22/23 Kewenangan Siapa? Azis Syamsuddin Dorong Pembahasan
Home  /  Berita  /  Olahraga

Soal Deni dan Eko, Hifni Ingatkan Sanksi Dan Rekrut Lukman

Soal Deni dan Eko, Hifni Ingatkan Sanksi Dan Rekrut Lukman
Mantan Plt Sekjen KOI, Hifni Hasan. (Dok: Pribadi)
Minggu, 07 Maret 2021 23:27 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Dukungan terhadap lifter angkat besi Deni yang ingin mempertahankan peluangnya dan Eko Yuli Irawan yang meminta ditangani pelatih bersertifikat Federasi Angkat Besi Internasional (IWF) dan Komite Olimpiade Internasional (IOC), Lukman untuk menjalani persiapan menuju Olimpiade Tokyo 2021 terus mengalir.

Mantan Plt Sekjen Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Hifni Hasan yang dihubungi GoNews.co Group, Minggu (7/3/2021) malam, mengingatkan Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) pimpinan Rosan P Roeslani agar lebih memperhatikan kepentingan keduanya. Apalagi, tiket ke Olimpiade itu tidak mudah didapatkan atlet. 

"Tiket ke Olimpiade itu tidak mudah didapatkan. Jadi, siapa pun yang berpeluang untuk mendapatkannya tidak boleh dihalangi apalagi jumlah atlet Indonesia yang sudah lolos sangat minim," ujarnya. 

Menyangkut Deni yang berada di peringkat ke-7 dunia kelas 67kg, kata Hifni Hasan, bisa menimbulkan sanksi terhadap PB PABSI bilamana peraih medali emas SEA Games Filipina 2019 itu benar-benar lolos dengan masuk dalam daftar peringkat 8 besar dunia sesuai ketentuan IWF dan tidak diberangkatkan. Pasalnya, itu merupakan hak atlet apalagi namanya tercantum dalam daftar atlet yang lolos ke Olimpiade Tokyo 2021.

"Deni memang sudah dicoret dari daftar atlet angkat besi pelatnas Olimpiade. Tapi, dia tetap punya hak bilamana dia benar-benar mendapatkan tiket ke Olimpiade Tokyo 2021 sesuai ketentuan IWF. Dan, kalau Deni tidak diberangkatkan ke Tokyo maka akan ada sanksi kepada PB PABSI. Sanksi itu akan diberikan jika Deni melaporkan ada upaya menyingkirkannya tampil di Olimpiade kepada IWF dan IOC. Soal ini, kita tidak bisa main-main apalagi cabang angkat besi itu ditentukan by name bukan by number seperti cabang olahraga panahan," tegasnya.

Untuk menghindari sanksi itu, kata Hifni, Komite Olimpiade Indonesia (KOI) wajib memberikan fasilitas terhadap Deni jika nantinya dia benar-benar lolos ke Olimpiade Tokyo 2021. "Tugas KOI itu memfasilitasi atlet yang sudah mendapatkan tiket untuk tampil di Olimpiade meski induk organisasi tidak mau memberangkatkannya," imbuhnya.

Khusus Eko Yuli Irawan, kata Hifni Hasan, permintaannya untuk ditangani pelatih Lukman yang sukses mengantarkannya meraih perunggu Olimpiade Beijing 2008 dan Olimpiade London 2012 wajib dipenuhi. Pasalnya, Hifni yakin Eko yang sudah tampil pada tiga Olimpiade itu pasti punya pertimbangan.

"Saya kenal betul dengan sifat Eko. Dan, saya tidak pernah melihatnya meminta macem-macem. Baru kali ini Eko mengajukan permintaan tentang pelatih. Kalau memang Eko nyaman dengan Lukman ya harus direkrut dan tidak perlu dihalangi sehingga bisa maksimal dalam menjalani persiapan. Kan, atlet yang paham dengan dirinya bukan pengurus yang harus memaksakan kehendak," ungkapnya. ***

wwwwww