Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KPK OTT Walikota Tanjung Balai, Erwin Syahfutra: Kita Apresiasi Meski Telat
Peristiwa
15 jam yang lalu
KPK OTT Walikota Tanjung Balai, Erwin Syahfutra: Kita Apresiasi Meski Telat
2
Tak Berani Cabut Izin XL Axiata, Arief Poyuono: Menkominfo Johnny G Plate Layak Direshuffle
Politik
16 jam yang lalu
Tak Berani Cabut Izin XL Axiata, Arief Poyuono: Menkominfo Johnny G Plate Layak Direshuffle
3
Pendiri NU Hilang dari Kamus Sejarah, PKB: Jangan Lupa Jasa Ulama, Kemendikbud Bisa Kualat
Pemerintahan
15 jam yang lalu
Pendiri NU Hilang dari Kamus Sejarah, PKB: Jangan Lupa Jasa Ulama, Kemendikbud Bisa Kualat
4
Penundaan India Terbuka, Untungkan Hafiz/Gloria
Olahraga
14 jam yang lalu
Penundaan India Terbuka, Untungkan Hafiz/Gloria
5
Kepala BNSP Bantah Larang Dewan Pers Lakukan UKW
Peristiwa
14 jam yang lalu
Kepala BNSP Bantah Larang Dewan Pers Lakukan UKW
6
Gempa Magnitudo 6,4 di Nias, Getarannya Terasa di Sidimpuan dan Padang
Peristiwa
18 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 6,4 di Nias, Getarannya Terasa di Sidimpuan dan Padang
Home  /  Berita  /  DPR RI

Orang Rimba Ingin Divaksin, DPR Dorong Menkes Tinjau SAD

Orang Rimba Ingin Divaksin, DPR Dorong Menkes Tinjau SAD
Anggota Komisi IX fraksi PKS DPR RI/Anggota MPR RI Fraksi PKS, Kurniasih Mufidayati (kanan) dalam sebuah diskusi di Media Center Senayan, Jakarta, Senin (15/3/2021). (foto: zul/gonews.co)
Senin, 15 Maret 2021 20:45 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi IX Fraksi PKS DPR RI (Partai Keadilan Sejahtera Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia), Kurniasih Mufidayati, menyatakan semua rakyat Indonesia termasuk orang rimba SAD (Suku Anak Dalam), memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian dan perlindungan dari potensi penularan Covid-19.

"Mau yang di pedalaman mau yang di kota, punya hak yang sama, karena itu diatur dalam UUD RI pasal 28 h berbicara tentang keadilan dan pemerataan," kata Mufida kepada GoNews.co di Kompleks DPR RI, Senin (15/3/2021).

Karenanya, menurut Mufida, Menkes RI (Menteri Kesehatan Republik Indonesia), sepatutnya meninjau kondisi Suku Anak Dalam termasuk kesiapan faskes-faskes (fasilitas kesehatan) di sana.

"Ya semuanya harus ditinjau," ujar Kurniasih.

Penyatan Kurniasih, menanggapi aspirasi salah satu tumenggung di masyarakat adat itu, Tumenggung Ngelembo. Saat dijumpai GoNews.co di Desa Jelutih, Kecamatan Batin, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, Rabu lalu, Tumenggung Ngelembo mengatakan kaumnya takut pada virus Corona.

"Corona, setiap kota kan banyak orang ninggal. Jadi, kami orang rimba takut, Pak," kata Ngelembo.

Karena takutnya, Ngelembo menyatakan Ia bersedia untuk divaksin. Informasi mengenai vaksin, Ia dapat dari telepon seluler. "Sebenarnya di HP la sudah kenal (vaksin). Cuma kito belum pernah ngomong dengan pemerintah bagaimana masyarakat orang rimba ini (mengenai vaksinasi Covid-19, red)" kata Ngelembo.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DPR RI, Kesehatan, DKI Jakarta
wwwwww