Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KPK OTT Walikota Tanjung Balai, Erwin Syahfutra: Kita Apresiasi Meski Telat
Peristiwa
15 jam yang lalu
KPK OTT Walikota Tanjung Balai, Erwin Syahfutra: Kita Apresiasi Meski Telat
2
Tak Berani Cabut Izin XL Axiata, Arief Poyuono: Menkominfo Johnny G Plate Layak Direshuffle
Politik
17 jam yang lalu
Tak Berani Cabut Izin XL Axiata, Arief Poyuono: Menkominfo Johnny G Plate Layak Direshuffle
3
Pendiri NU Hilang dari Kamus Sejarah, PKB: Jangan Lupa Jasa Ulama, Kemendikbud Bisa Kualat
Pemerintahan
16 jam yang lalu
Pendiri NU Hilang dari Kamus Sejarah, PKB: Jangan Lupa Jasa Ulama, Kemendikbud Bisa Kualat
4
Penundaan India Terbuka, Untungkan Hafiz/Gloria
Olahraga
15 jam yang lalu
Penundaan India Terbuka, Untungkan Hafiz/Gloria
5
Kepala BNSP Bantah Larang Dewan Pers Lakukan UKW
Peristiwa
15 jam yang lalu
Kepala BNSP Bantah Larang Dewan Pers Lakukan UKW
6
Gempa Magnitudo 6,4 di Nias, Getarannya Terasa di Sidimpuan dan Padang
Peristiwa
19 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 6,4 di Nias, Getarannya Terasa di Sidimpuan dan Padang
Home  /  Berita  /  Politik

Protes Pemberitaan Tempo, PDIP Curcol Pernah Dintervensi Kekuasaan

Protes Pemberitaan Tempo, PDIP Curcol Pernah Dintervensi Kekuasaan
Sekjen DPP PDI-P, Hasto Kristiyanto dalam suatu kesempatan. (foto: dok./ist./via sindonews)
Senin, 15 Maret 2021 18:13 WIB
JAKARTA - Sekjen DPP PDI-P (Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan), Hasto Kristiyanto, menyatakan protes keras atas pemberitaan Koran Tempo edisi Senin (15/03/2021).

"Pemberitaan secara sepihak Koran Tempo yang sepertinya ada pertemuan antara Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri dengan Pak Moeldoko sama sekali tidak berdasar, dan pertemuan tersebut sama sekali tidak terjadi. Apa yang diberitakan Koran Tempo telah melanggar prinsip dan etika jurnalistik," kata Hasto dikutip GoNews.co dari pernyataan persnya, Senin (15/3/2021).

Sejak awal, kata Hasto, seluruh kader PDI Perjuangan diajarkan untuk tidak pernah melakukan intervensi terhadap urusan rumah tangga Partai politik lain. "PDI Perjuangan memiliki pengalaman panjang bagaimana kedaulatan partai diintervensi kekuasaan Orde Baru,".

"Ibu Ketua Umum Partai juga memiliki pengalaman bagaimana dikhianati, namun pada saat bersamaan kami lebih memilih langkah konsolidasi, menyatu dengan rakyat, dan membangun keyakinan, Satyam Eva Jayate bahwa kebenaran akan menang," tutur Hasto.

Sementara itu, jaringan GoNews.co yang mencoba mengonfirmasi Tempo tidak mendapat tanggapan resmi. Penelusuran daring menunjukkan, Koran Tempo memang memiliki satu berita berjudul 'Mantan Panglima Sowan ke Ibu Mega'.

Seperti diketahui, Kepala Staf Presiden RI, Moeldoko, kini menjabat Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB (Kongres Luar Biasa) Sumut (Sumatera Utara) Maret 2020. Sementara di Kementerian Hukum dan HAM RI, kepengurusan PD yang diakui masih kepengurusan Ketua Umum PD, AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) sebagai hasil Kongres Demokrat, Maret 2020 lalu.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Nasional, Politik
wwwwww