Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
14 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
10 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
16 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
4
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
10 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
5
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
23 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
6
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Sepakbola
23 jam yang lalu
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Protes Pemberitaan Tempo, PDIP Curcol Pernah Dintervensi Kekuasaan

Protes Pemberitaan Tempo, PDIP Curcol Pernah Dintervensi Kekuasaan
Sekjen DPP PDI-P, Hasto Kristiyanto dalam suatu kesempatan. (foto: dok./ist./via sindonews)
Senin, 15 Maret 2021 18:13 WIB
JAKARTA - Sekjen DPP PDI-P (Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan), Hasto Kristiyanto, menyatakan protes keras atas pemberitaan Koran Tempo edisi Senin (15/03/2021).

"Pemberitaan secara sepihak Koran Tempo yang sepertinya ada pertemuan antara Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri dengan Pak Moeldoko sama sekali tidak berdasar, dan pertemuan tersebut sama sekali tidak terjadi. Apa yang diberitakan Koran Tempo telah melanggar prinsip dan etika jurnalistik," kata Hasto dikutip GoNews.co dari pernyataan persnya, Senin (15/3/2021).

Sejak awal, kata Hasto, seluruh kader PDI Perjuangan diajarkan untuk tidak pernah melakukan intervensi terhadap urusan rumah tangga Partai politik lain. "PDI Perjuangan memiliki pengalaman panjang bagaimana kedaulatan partai diintervensi kekuasaan Orde Baru,".

"Ibu Ketua Umum Partai juga memiliki pengalaman bagaimana dikhianati, namun pada saat bersamaan kami lebih memilih langkah konsolidasi, menyatu dengan rakyat, dan membangun keyakinan, Satyam Eva Jayate bahwa kebenaran akan menang," tutur Hasto.

Sementara itu, jaringan GoNews.co yang mencoba mengonfirmasi Tempo tidak mendapat tanggapan resmi. Penelusuran daring menunjukkan, Koran Tempo memang memiliki satu berita berjudul 'Mantan Panglima Sowan ke Ibu Mega'.

Seperti diketahui, Kepala Staf Presiden RI, Moeldoko, kini menjabat Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB (Kongres Luar Biasa) Sumut (Sumatera Utara) Maret 2020. Sementara di Kementerian Hukum dan HAM RI, kepengurusan PD yang diakui masih kepengurusan Ketua Umum PD, AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) sebagai hasil Kongres Demokrat, Maret 2020 lalu.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Nasional, Metropolitan
wwwwww