Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
2
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
23 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
3
Duet Risto Vidakovic dan Edin Prljaca Tangani PSIM Yogyakarta
Sepakbola
23 jam yang lalu
Duet Risto Vidakovic dan Edin Prljaca Tangani PSIM Yogyakarta
4
Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat, PAM Jaya Ungkap Peran Air Perpipaan
Korporasi
23 jam yang lalu
Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat, PAM Jaya Ungkap Peran Air Perpipaan
5
Kesempatan Frediric Injay Balas Kekalahan Lawan Garudayaksa
Sepakbola
23 jam yang lalu
Kesempatan Frediric Injay Balas Kekalahan Lawan Garudayaksa
6
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
3 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Home  /  Berita  /  Umum

Senator: Perlu Terobosan Pendidikan di Masa Pandemi, Masyarakat harus Terlibat Aktif

Senator: Perlu Terobosan Pendidikan di Masa Pandemi, Masyarakat harus Terlibat Aktif
Anggota Komite I DPD RI, Misharti, dalam sebuah kesempatan di Kompleks DPD RI, Senayan, Jakarta, Rabu (17/3/2021). (foto: ist.)
Kamis, 18 Maret 2021 10:27 WIB
JAKARTA - Anggota Komite IV DPD RI, Misharti, menegaskan bahwa anak membutuhkan 3 aspek (kognitif, afektif dan psikomotorik) dalam pendidikan, meski di tengah pandemi.

"Ketiga aspek ini wajib diberikan kepada anak didik. Dan itu harus diberikan solusinya di tengah sistem pendidikan di tengah pandemi ini," kata Misharti dikutip GoNews.co dari pernyataan tertulisnya, Kamis (18/3/2021).

Pendidikan anak di masa pandemi, bukan menjadi tanggungjawab lembaga pendidikan semata tapi juga butuh peran serta masyarakat sebagai support system.

Misharti menegaskan bahwa dibutuhkan modifikasi pembelajaran dimana pendidikan karakter menjadi penting. Bahan ajar tidak monoton, menarik, dan terpenting mencapai apa yang menjadi tujuan pendidikan itu.

"Kurikulum K13 ada karakter menjadi acuan kita. Itulah yang membentuk sikap seseorang. Tidak saja cerdas otaknya, juga cerdas sikap dan prilakunya. Jadi tidak saja ber-iptek (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) namun juga memiliki imtaq (Iman dan Taqwa).***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Umum, Nusantara, DKI Jakarta, Riau
wwwwww