Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
19 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
17 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
20 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
20 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
22 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
19 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Nasional

Riuh Impor Beras, Calon Ketum HMI Bicara Peran Petani dalam Kedaulatan Ekonomi

Riuh Impor Beras, Calon Ketum HMI Bicara Peran Petani dalam Kedaulatan Ekonomi
Ilustrasi petani saat menikmati lelah. (gambar: ist./via sufimuda.net)
Minggu, 21 Maret 2021 14:25 WIB
SURABAYA - Indonesia harus kembali pada identitasnya sebagai negara agraris dan negara maritim. Dalam kerangka itu, HMI yang bernas seharusnya bisa menjadi pendorong pada tercapainya kedaulatan ekonomi.

Hal itu menjadi gagasan dari kandidat Ketua Umum HMI (Himpunan Mahasiswa Indonesia), Bobby Irtanto yang dilaporkan Wasekum PTKP BADKO HMI Riau-Kepri, Septian Hadi dari Surabaya, Sabtu.

"Keberadaan petani menjadi penting begi negara agraris untuk turut serta berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Bobby sebagaimana dikutip GoNews.co dari laporan tersebut, Minggu (21/3/2021).

Sektor pertanian, kata Bobby, memliki peran penting untuk meningkatkan perekonomian dan memenuhi kebutuhan pangan. Kontribusi sektor pertanian terhadap produk domestik bruto tercatat sekitar 20 persen dan menyerap lebih dari 50 persen tenaga kerja di pedesaan.

"Indonesia pernah menjadi swasembada beras pada tahun 1980, namun sudah tidak pernah terjadi lagi. Bahkan Indonesia saat ini harus impor beras dari Thailand dan Vietnam sebagai upaya kerjasama agrikultur," kata Bobby.

Tentu, imbuh Bobby, "ini adalah suatu keadaan yang cukup miris bila dipandang karena Indonesia adalah negara agraris yang seharusnya mampu untuk memenuhi kebutuhan pangan sehingga mampu berdaulat,".

Seperti diketahui, rencana impor besar 2021 tengah menjadi pemberitaan beberapa hari terakhir. Suara-suara miring bahwa impor beras tak peka terhadap nasib rakyat petani, hingga 'tudingan' adanya kepentingan pemburu rente telah mengemuka.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:PON, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww