Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
19 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
21 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
21 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
19 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
10 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Olympic

Alhamdulillah, Cockpit Voice Recorder Sriwijaya Air Berhasil Ditemukan

Alhamdulillah, Cockpit Voice Recorder Sriwijaya Air Berhasil Ditemukan
Cockpit Voice Recorder (CVR) black box atau kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ182 akhirnya ditemukan. (Foto: Istimewa)
Rabu, 31 Maret 2021 11:06 WIB
JAKARTA - Cockpit Voice Recorder (CVR) black box atau kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ182 akhirnya ditemukan. Penemuan CVR ini dikonfirmasi oleh Kementerian Perhubungan.

"Betul (CVR ditemukan)," kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati kepada detikcom, Rabu (31/3/2021).

Adita tidak merinci lebih jauh mengenai penemuan CVR black box pesawat Sriwijaya Air SJ182 ini. Dia juga tidak menjelaskan kapan CVR ditemukan.

Seperti diketahui, CVR black box pesawat Sriwijaya SJ182 sebelumnya masih dalam pencarian. Sementara, FDR black box sebelumnya sudah ditemukan. CVR itu diperlukan untuk investigasi penyebab kecelakaan Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sebelumnya mengungkap hasil investigasi awal jatuhnya pesawat Sriwijaya Air dengan nomor registrasi PK-CLC di perairan Kepulauan Seribu. Sebelum Sriwijaya Air SJ182 jatuh, tuas mesin (throttle) sebelah kiri pesawat tiga kali bergerak mundur.

Kepala Sub-Komite Investigasi Keselamatan Penerbangan KNKT Kapten Nurcahyo menerangkan pertama kali tuas kiri Sriwijaya Air SJ182 bergerak mundur terjadi tidak lama setelah pesawat lepas landas pada 9 Januari 2021. Sriwijaya Air SJ182 memuat 2 pilot, 4 awak kabin, dan 56 penumpang.

"Setelah tinggal landas, pesawat ini mengikuti jalur penerbangan yang ditentukan, yang diberikan nama ABASA 2D. Kemudian FDR mencatat bahwa pada ketinggian kira-kira 1.980 kaki, autopilotnya mulai aktif atau engage. Pesawat terus naik dan pada ketinggian kira-kira 8.150 kaki, throttle atau tuas pengatur tenaga mesin sebelah kiri bergerak mundur dan tenaga mesin atau putaran mesin juga ikut berkurang," ujar Nurcahyo dalam jumpa pers secara virtual, Rabu (10/2/2021).***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Detik.com
Kategori:Badminton, Voli, Olympic, PON, DKI Jakarta
wwwwww