Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Punya Biaya Lagi, Dedek Bayi Pengidap Omfalokel Terpaksa Keluar dari RSUD Arifin Achmad
Peristiwa
5 jam yang lalu
Tak Punya Biaya Lagi, Dedek Bayi Pengidap Omfalokel Terpaksa Keluar dari RSUD Arifin Achmad
2
Kader IMM Diharapkan Jadi Pemuda Kreatif, Inovatif dan Berjiwa Wirausaha
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Kader IMM Diharapkan Jadi Pemuda Kreatif, Inovatif dan Berjiwa Wirausaha
3
Beri Kuliah Umum di UNNES, Amali Kembali Ingatkan Pentingnya Sport Science
Olahraga
22 jam yang lalu
Beri Kuliah Umum di UNNES, Amali Kembali Ingatkan Pentingnya Sport Science
4
Sindir Komisaris PT Pelni, Tokoh Papua: Bocah Ini Agamanya Gak Jelas, Kok Nuduh Ulama Radikal
Pemerintahan
9 jam yang lalu
Sindir Komisaris PT Pelni, Tokoh Papua: Bocah Ini Agamanya Gak Jelas, Kok Nuduh Ulama Radikal
5
Kritik Keras MUI ke PT Pelni soal Pembatalan Pengajian: Bentuk Nyata Arogansi Kekuasaan!
Peristiwa
9 jam yang lalu
Kritik Keras MUI ke PT Pelni soal Pembatalan Pengajian: Bentuk Nyata Arogansi Kekuasaan!
6
Kecepatan dan Ketepatan Target Penanganan Teroris, Indonesia harus Belajar dari New Zealand
Hukum
8 jam yang lalu
Kecepatan dan Ketepatan Target Penanganan Teroris, Indonesia harus Belajar dari New Zealand
Home  /  Berita  /  Olahraga
Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) ISSI

Kapolri Sepaham dengan RSO Soal Membangun Prestasi Balap Sepada

Kapolri Sepaham dengan RSO Soal Membangun Prestasi Balap Sepada
Raja Sapta Oktohari saat menyampaikan laporan pertanggung jawaban di Munaslub ISSI. (Foto: PB ISSI)
Sabtu, 03 April 2021 20:57 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI/Noc Indonesia), Raja Sapta Oktohari telah membuktikan komitmennya tidak rangkap jabatan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KOI/NOC Indonesia. Kini, Raja Sapta Oktohari telah resmi melepaskan jabatan Ketua Umum PB ISSI periode 2021-2023 dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) ISSI di Lantai 16 Gedung FX Senayan, Jakarta, Sabtu (3/4/2021).

Sebanyak 34 Pengurus Provinsi (Pengprov) ISSI yang hadir dalam Munaslub tersebut secara aklamai memilih Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo menjabat sebagai Ketua Umum PB ISSI periode 2021-2025.
Meski Listyo Sigit Prabowo tidak hadir karena tengah menjalankan tugas di Nusa Tenggara Timur (NTT), tetapi ada catatan penting yang disampaikannya melalui Dewan Pembina PB ISSI, Irjen. Pol. Wahyu Hadiningrat. Komitmen Listyo Sigit Prabowo akan meneruskan enam program strategis itu menunjukkan dirinya sepaham dengan Okto panggilan akrab Raja Sapta Oktohari dalam membangun prestasi olahraga balap sepeda Indonesia.
Melalui program peningkatan kualitas pelatih, komiser/wasit, penyelenggara event, sarana dan prasarana venue itu Okto sudah membuktikan kemajuan yang dialami. Bukan hanya mengukir prestasi pada ajang multi event seperti SEA Games. Tetapi, Indonesia juga mampu mengulang sukses yang diraih 56 tahun lalu pada Asian Games Jakarta 2018 dengan meraih dua emas lewat Khoiful Mukhib dan Tiara Andini Prastika dan 1 perunggu dari Nining Porwaningsih.
Bukan hanya di Asian Games 2018, Indonesia juga meraih 1 medali emas lewat M Fadil pada Asian Para Games 2018. Dan, prestasi membanggakan lainnya juga diukir PB ISSI dengan meloloskan satu-satunya atlet balap sepeda BMX, Tony Sarifudin pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Ini merupakan pertama kali atlet balap sepeda Indonesia tampil pada ajang pesta olahraga akbar dunia empat tahunan selama digelar.
Ya, memang banyak kemajuan yang telah dicatat PB ISSI di bawah kepemimpinan Okto Kini, Indonesia sudah memiliki 14 pelatih bersertifikat organisasi balap sepeda internasional (UCI) untuk level 1 dan level 2. Ditambah 2 komiser/wasit bersertifikat UCI yakni Pratomo dan Sondi Purnomo dan 11 komiser/wasit bakal menyusul.
Semua prestasi yang terukir itu tidak luput dari kepiawaian Okto dalam pergaulan di organisasi balap sepeda Asia dan internasional. Dengan jabatan sebagai Wakil Presiden Konfederasi Balap Sepeda Asia (ACC), Okto bisa berperan dalam memanfaatkan program peningkatan prestasi balap sepeda Indonesia dan juga menggiring event-event internasional bisa digelar di Indonesia untuk menopang niat Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 seperti yang diinginkan Presiden Jokowi.
Selain membangun Sumber Daya Manusia (SDM), Okto juga memikirkan masalah sarana dengan mewajibkan keterlibatan Pengprov ISSI dan PB ISSI dalam pembangvunan venue internasional. Tujuannya, agar venue yang akan dibangun benar-benar sesuai dengan standar yang ditetapkan UCI sehingga bisa dimanfaatkan dengan baik dan tidak mubajir.
Semua itu sebagai bentuk kecintaan dan komitmennya dalam membangun prestasi olahraga balap sepeda Indonesia. Bahkan, ketika sudah tidak menjabat lagi dia berjanji akan tetap komit membantu PB ISSI di bawah kepemimpinan Listyo Sigit Purnomo.

Penulis : Azhari Nasution, Wartawan Gonews.co Group***

wwwwww