Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Dinafkahi Maell Lee dan Ditawar Rp 5 Juta, Intan Ratna Juwita: Maaf Mending Saya Jualan Es Kelapa Saja
Peristiwa
8 jam yang lalu
Tak Dinafkahi Maell Lee dan Ditawar Rp 5 Juta, Intan Ratna Juwita: Maaf Mending Saya Jualan Es Kelapa Saja
2
LaNyalla: Pesantren Punya Peran Besar dalam Memajukan Indonesia
Politik
9 jam yang lalu
LaNyalla: Pesantren Punya Peran Besar dalam Memajukan Indonesia
3
Polisi Kejar Debt Collector yang Hendak Rampas Mobil yang Angkut Orang Sakit
Hukum
15 jam yang lalu
Polisi Kejar Debt Collector yang Hendak Rampas Mobil yang Angkut Orang Sakit
4
Sembilan Debt Collector Penghadang Serda Nurhadi Ditangkap
Peristiwa
9 jam yang lalu
Sembilan Debt Collector Penghadang Serda Nurhadi Ditangkap
5
Al-Aqsa Diserang, Dunia Internasional dan Donatur Diminta Lakukan Ini
Peristiwa
13 jam yang lalu
Al-Aqsa Diserang, Dunia Internasional dan Donatur Diminta Lakukan Ini
6
Penyelidik AS Ungkap Temuan Virus sebagai Model Upaya Perang
Internasional
14 jam yang lalu
Penyelidik AS Ungkap Temuan Virus sebagai Model Upaya Perang
Home  /  Berita  /  Umum

Dirut RSUD Arifin Achmad Klaim Tak Minta Biaya Dedek Bayi Pengidap Omfalokel

Dirut RSUD Arifin Achmad Klaim Tak Minta Biaya Dedek Bayi Pengidap Omfalokel
Bayi yang mengidap penyakit Omfalokel. (Foto: Facebook)
Sabtu, 10 April 2021 19:14 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PEKANBARU - Setelah viral dan masuk pemeberitaan sejumlah media, Dirut RSUD Arifin Achmad, Nuzelly Husnedi, angkat bicara terkait keluarnya pasien dedek bayi yang mengidap penyakit Omfalokel dari rumah sakit.

Ia mengklaim bahwa pasien tersebut keluar dari Rumah Sakit atas permintaan keluarga. Dirinya juga memastikan, Pihak RSUD Arifin Achmad tidak meminta biaya apapun. "Pasien Omphalocele masuk RSUDAA ini merupakan pasien yang dibiayai sebagai peserta BPJS, berarti semua pembiayaan pelayanan kesehatannya selama di rumah sakit ditanggung negara melalui BPJS," ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima GoNews.co, Sabtu (10/4/2021).

Pasien itu kata Dia, masuk RDUD Arifin Achmad pada tanggal 19 Februari 2021 saat usia masih empat hari. "Selama dalam perawatan dilakukan perbaikan keadaan umum sesuai dengan kondisi klinisnya oleh dr.Spesialis Anak dalam ruang khusus di Instalasi Perinatologi. Perkembangan penyakit pasien selalu dipantau dan ada perbaikan, sesuai kondisi penyakitnya memerlukan waktu yang lama (bisa ber bulan-bulan) karena kita menunggu menutupnya daerah yang terbuka secara alamiah sesuai perkembangan bayinya. Tidak ada tindakan operasi segera yang bisa dilakukan untuk kasus pasien ini," urainya.

Pihaknya pun kata Dia, teleh memberikan penjelasan terhadap orang tua/keluarga. Kemudian lanjutnya, pasien dibawa pulang atas permintaan keluarga pada tanggal 6 April 2021.

"Alasannya, keluarga akan merawat bayi di rumah sendiri. Saat itilu, walaupun merupakan hak keluarga untuk membawa pulang pasien, namun petugas RS tetap memberikan edukasi kepada orang tua/keluarga, karena seharusnya pasien tetap berada dalam perawatan RS," tukasnya.

Nuzelly Husnedi juga mengakuinada sedikit masalah sebagai RS Pusat Rujukan. Pelayanan yang dilaksanakan merupakan pelayanan spesialistik luas dan subspesialistik yang tidak tersedia di rumah sakit lainnya, dimana sebagian besar pasien memerlukan tindakan-tindakan khusus atau memerlukan waktu perawatan yang relatif lebih lama.

"Walaupun biaya perawatan pasien sudah ditanggung Negara/Daerah, masalah lain adalah biaya hidup keluarga yang menunggu pasien. Karena biasanya keluarga juga berada di Pekanbaru dalam waktu lama dan meninggalkan pekerjaannya. Hal begini yang menyebabkan pihak keluarga memaksa untuk membawa pasien untuk pulang dan akan merawatnya sendiri di rumah," tegasnya.

Pihak RSUD kata Dia, bahkan sudah menginisiasi adanya rumah singgah pasien/keluarga untuk mengurangi biaya diluar RS. "Sebagai contoh antara lain rumah singgah di Jalan Hang Tuah kerja sama RSUD Arifin Achmad dengan BAZNAS Provinsi Riau yang diresmikan Gubernur Riau beberapa waktu yang lalu. Rumah singgah tersebut sehari-nya dikelola dan dibiayai oleh Baznas untuk membantu masyarakat kurang mampu yang berasal dari Kab/Kota selama menjalani pengobatan di RSUD Arifin Achmad," tukasnya.

"Dengan demikian dapat kami sompulkan, bahwa pasien tersebut dibawa pulang bukan karena adanya permintaan biaya pelayanan dari RSUD Arifin Achmad," pungkasnya.

Sebelumnya, diberitakan, seorang ibu bernama Rita Susrianti atau yang sering dipanggil Ita, kini sedang kebingungan untuk mencari bantuan guna mengobati penyakit anaknya yang masih bayi.

Dedek bayi tersebut diketahui mengidap penyakit Omfalokel dan sempat dirawat selama 21 hari di RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru. Namun karena keterbatasan biaya, Rita membawa dedek bayi itu pulang ke rumahnya.

Dari penelusuran GoNews.co, Omphalocele atau omfalokel yang diidap dedek bayi, adalah kelainan lahir yang ditandai dengan keluarnya organ yang ada di dalam rongga perut bayi, seperti lambung, usus, dan hati, melalui pusar.

Omfalokel bisa terdeteksi sejak kehamilan atau baru terlihat saat bayi dilahirkan. Omfalokel tergolong kelainan lahir yang cukup jarang terjadi.

Guna meringankan beban keluarga dedek bayi itu, rencananya Forum Kota Pekanbaru Bertuah akan mengupayakan bantuan.

"Setelah mendapat informasi tersebut, kami berniat memberikan dan mengupayakan bantuan, mohon doanya saja," ujar Ketua Forum Pekanbaru Kota Bertuah, Masril, Sabtu (10/4/2021).

Sebelumnya, informasi yang didapat GoNews.co dari akun facebook Alya Jazila Zila, keluarga dedek bayi tersebut berada di Desa Batu Bersurat XIII Koto Kampar, Kabupten Kampar, Riau.

Selain foto dedek bayi, Alya juga meminta netizen untuk membantunya dengan harapan, dedek bayi bisa kembali mendapat perawatan medis. "Assalamualaikum, mohon doa dan batuannya sudara/i dengan sedikit menyisihkan rezeki kita untuk bayi ibu rita susrianti(ita) yang mengidap penyakit omfalokel sejak lahir, pernah dirawat diRS ARIFIN AHMAD pekanbaru selama 21 hari dan sekarang sudah dibawah pulang dikarna keterbatasan biaya. Mohon donasi para dermawan untuk bisa membawah adek bayi ini ke Rumah sakit lagi," tulisnya.***

wwwwww