Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Dinafkahi Maell Lee dan Ditawar Rp 5 Juta, Intan Ratna Juwita: Maaf Mending Saya Jualan Es Kelapa Saja
Peristiwa
2 jam yang lalu
Tak Dinafkahi Maell Lee dan Ditawar Rp 5 Juta, Intan Ratna Juwita: Maaf Mending Saya Jualan Es Kelapa Saja
2
Jokowi Kembali Bikin Heboh, Kali Ini Soal Babi Panggang Ambawang
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Jokowi Kembali Bikin Heboh, Kali Ini Soal Babi Panggang Ambawang
3
Anis Byarwati Minta Kaum Muda Ikut Kontribusi Atasi Kemiskinan
Politik
22 jam yang lalu
Anis Byarwati Minta Kaum Muda Ikut Kontribusi Atasi Kemiskinan
4
Soal Jokowi dan Babi Panggang, Joman: Pecat Pratikno
Peristiwa
23 jam yang lalu
Soal Jokowi dan Babi Panggang, Joman: Pecat Pratikno
5
Ketua DPP PPP Merasa Aneh saat Rakyat Dilarang Mudik, Tapi WN China Boleh Masuk
Peristiwa
22 jam yang lalu
Ketua DPP PPP Merasa Aneh saat Rakyat Dilarang Mudik, Tapi WN China Boleh Masuk
6
Kembali Tebar Teror, Teroris OPM Tembaki Polsek dan Bakar Rumah Penduduk Ilaga Papua
Hukum
23 jam yang lalu
Kembali Tebar Teror, Teroris OPM Tembaki Polsek dan Bakar Rumah Penduduk Ilaga Papua
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Sekelas Artis Helene Sienca Ternyata Pernah Ketipu saat Belanja Online Melalui Medsos

Sekelas Artis Helene Sienca Ternyata Pernah Ketipu saat Belanja Online Melalui Medsos
Mantan Jurnalis Helena Sienca yang kini menggeluti dunia artis. (Foto: Istimewa)
Kamis, 15 April 2021 17:44 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Berbagai aksi penipuan jual beli melalui media sosial sudah sering terjadi dan tidak sedikit juga pelakunya sudah ditangkap pihak berwajib.

Namun demikian, berbagai modus penipuan melalui media sosial selalu muncul dengan cara dan target yang berbeda-beda. Kasus penipuan jual beli online ini juga pernah dialami Artis Helene Sienca. Ia mengaku pernah ditipu saat membeli tas di media sosial.

"Penipuan jual beli melalui medsos seperti di instagram, facebook dan lain-lain, dan ternyata lumayan banyak korbannya termasuk aku juga pernah jadi korban," ujar Helen panggilan akrab pemeran Selvi di Sinetron Tukang Ojek Pengkolan yang tayang di RCTI, Kamis (15/4/2021).

Bagi Helen bukan soal nilai barang atau uang yang hilang. Tapi yang Ia sesalkan adalah cara-cara mencari uang haram dan melalukan penipuan.

"Sudah banyak yang ditipu tentu banyak yang diraup penipu. Dan ini sangat merugikan orang lain. Waktu itu aku beli tas dengan merk tertentu via instagram dengan harga memang agak miring dibanding akun yang lainnya. Namanya cewek liat harga beda ya langsung chat via nomor yang tertera di bio link IG, chat-chatan terus bayar. Nah dia bilang 3 -5 hari sampai tapi ketika tanggal itu aku chat no aku malah diblok," ulasnya.

"Aku cari di IG juga di blok. Aku cari pake IG teman akun itu masih ada, lumayan nyesek sih bener-bener harus waspada banget, karena akun itu followersnya lumyan banyak, ada testi komen-komen dari pembeli lain juga, jadi seakan memang akun real. Ternyata akun penipu, gak nyangka aja. Jadi ya bener-bener harus jadi konsumen yang lebih cerdas, teliti, berhati-hati terhadap jual beli melalui jasa medsos ya," tambah Helen.

Selain Helen, korban lainya yakni AF, juga mengeluhkan aksi para penipu yang juga melakukan aksinya melalui Instagram dengan nama akun tambah_populer.id. akun tersebut pengikutnya cukup banyak mencapai 37 ribu followers.

AF bahkan sudah mentransfer sejumlah uang ke rekening BCA 8745080606, rekening Mandiri 1700002261570, rekening BNI 0588453202 pemilik akun bernama Andre Alif Anugerah untuk pembelian suatu jasa yang juga berhubungan dengan media sosial.

"Sudah transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Andre Alif Anugrah, tapi dia malah menipu saya," keluh AF kepada wartawan di Jakarta, Kamis (15/4/2021).

Tak putus asa, AF mencoba kembali membeli jasa agar Instagram dan jumlah Subscribe Channelnya bertambah. Ia kemudian menemukan akun JMT dengan nomor Whatsapp 085692326629 yang membantunya dalam hal pengembangan Channel, Instagram bahkan pembuatan Website tanpa tipu-tipu.

"JMT menyarankan kepada saya untuk menyampaikan laporan secara resmi ke pihak kepolisan, agar aksi para penipu di media sosial bisa dihentikan. Karena merusak citra para penjual jasa lainnya," pungkas AF.***

wwwwww