Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Dinafkahi Maell Lee dan Ditawar Rp 5 Juta, Intan Ratna Juwita: Maaf Mending Saya Jualan Es Kelapa Saja
Peristiwa
3 jam yang lalu
Tak Dinafkahi Maell Lee dan Ditawar Rp 5 Juta, Intan Ratna Juwita: Maaf Mending Saya Jualan Es Kelapa Saja
2
Jokowi Kembali Bikin Heboh, Kali Ini Soal Babi Panggang Ambawang
Pemerintahan
24 jam yang lalu
Jokowi Kembali Bikin Heboh, Kali Ini Soal Babi Panggang Ambawang
3
Anis Byarwati Minta Kaum Muda Ikut Kontribusi Atasi Kemiskinan
Politik
23 jam yang lalu
Anis Byarwati Minta Kaum Muda Ikut Kontribusi Atasi Kemiskinan
4
Soal Jokowi dan Babi Panggang, Joman: Pecat Pratikno
Peristiwa
24 jam yang lalu
Soal Jokowi dan Babi Panggang, Joman: Pecat Pratikno
5
Ketua DPP PPP Merasa Aneh saat Rakyat Dilarang Mudik, Tapi WN China Boleh Masuk
Peristiwa
23 jam yang lalu
Ketua DPP PPP Merasa Aneh saat Rakyat Dilarang Mudik, Tapi WN China Boleh Masuk
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Patut Dicontoh, Saat Warganya Lapar Akibat Covid, Kades di Klaten Bebaskan Sawahnya Dipanen

Patut Dicontoh, Saat Warganya Lapar Akibat Covid, Kades di Klaten Bebaskan Sawahnya Dipanen
Warga saat memanen padi milik Lurah di Klaten. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 16 April 2021 04:28 WIB
KLATEN - Kades Tumpukan, Kecamatan Karangdowo, Klaten Suyamto (63) punya cara unik untuk membantu warganya yang kesulitan di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19.

Dia mempersilakan warganya memanen padi di lahan kas garapannya gratis secara rutin. "Ya pak lurah rutin begitu. Tiap panen digilirkan padinya buat dipanen warga per RW," kata salah seorang warga RW 5 Desa Tumpukan, Iis Suryani, Kamis (15/4/2021).

Iis menceritakan lahan pagi tersebut dibiayai oleh kades. Warga yang terdampak Corona tinggal datang membawa alat dan wadah padinya sendiri.

"Warga tinggal datang panen lalu dibawa pulang. Bukan janji kampanye saat Pilkades tapi memang sejak dulu Pak Lurah begitu, seingat saya sudah setahun," lanjut Iis.

Iis menerangkan biasanya saat memasuki musim panen, Ketua RT dan RW setempat akan mengumumkan ke warga sekitar. Warga yang membutuhkan bisa berangkat memanen padi di sawah tersebut.

"Nanti diumumkan RT/RW jika pas jatah RW-nya. Setelah itu warga berangkat memanen secukupnya, sampai habis buat satu RW," sambung Iis.

Iis menyebut langkah yang dilakukan kades tersebut sangat membantu warga yang kurang mampu. Terlebih bagi warga yang tidak memiliki sawah.

"Ya sangat membantu bagi warga yang tidak punya sawah dan tidak mampu. Apalagi saat pandemi Covid ini, lumayan dapat satu bagor (sak plastik)," terang Iis.

Diwawancara terpisah, Kades Tumpukan Suyamto mengaku kebijakan tersebut sudah berlaku selama satu tahun. Lahan garapannya itu sudah enam kali panen.

"Sudah enam kali panenan ini, terhitung sejak ada pandemi Covid. Ini untuk membantu ekonomi warga saja, atau sedekah saja," terang Suyamto.

Suyamto menyebut sawah yang bisa dipanen warga itu baru satu patok. Lahan sawah itu sekitar 1.700 meter persegi. "Luasnya sekitar 1.700 meter persegi. Kalau dijual ke tengkulak gabah umumnya hanya laku sekitar Rp 5 juta tapi lebih baik untuk warga saja," ucap Suyamto.

Suyamto menyebut jatah garapan kades sebanyak 22 patok, dan diberikan gratis untuk dikelola warga satu patok. Meski tak banyak membantu, hal itu dia niati untuk ibadah.

"Ya saya ikhlas saja meskipun belum seberapa tapi nyatanya setelah itu panenan lain juga bagus hasilnya. Pokoknya saya gilir per RW, yang penting untuk warga, meskipun selama Covid ada bantuan lain," sambung Suyamto.

Suyamto pun tak membatasi jumlah warga yang memanen di lahan garapannya itu. Hanya saja dia memberikan syarat warga tidak boleh menggunakan sabit dan diutamakan bagi warga yang membutuhkan.

"Tidak boleh menggunakan sabit sebab bisa cepat habis. Diutamakan menggunakan ani-ani atau semacam gunting sehingga semua warga kebagian," papar pensiunan guru tersebut.

Terpisah, Camat Karangdowo, Tomi Sila Aditama mengapresiasi langkah Suyamto tersebut. Dia menyebut hal itu bisa membantu warganya yang terdampak pandemi Corona.

"Yang dilakukan Pak Kades Tumpukan memberikan panenan padi kepada warga kurang mampu merupakan kegiatan yabg sangat bagus. Hal itu dalam rangka shodaqoh dan tentunya ini sangat bermanfaat bagi warga yang membutuhkan," tutur Tomi.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Detik.com
Kategori:Jawa Tengah, Ekonomi, Peristiwa
wwwwww