Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Dinafkahi Maell Lee dan Ditawar Rp 5 Juta, Intan Ratna Juwita: Maaf Mending Saya Jualan Es Kelapa Saja
Peristiwa
3 jam yang lalu
Tak Dinafkahi Maell Lee dan Ditawar Rp 5 Juta, Intan Ratna Juwita: Maaf Mending Saya Jualan Es Kelapa Saja
2
Jokowi Kembali Bikin Heboh, Kali Ini Soal Babi Panggang Ambawang
Pemerintahan
24 jam yang lalu
Jokowi Kembali Bikin Heboh, Kali Ini Soal Babi Panggang Ambawang
3
Anis Byarwati Minta Kaum Muda Ikut Kontribusi Atasi Kemiskinan
Politik
23 jam yang lalu
Anis Byarwati Minta Kaum Muda Ikut Kontribusi Atasi Kemiskinan
4
Soal Jokowi dan Babi Panggang, Joman: Pecat Pratikno
Peristiwa
24 jam yang lalu
Soal Jokowi dan Babi Panggang, Joman: Pecat Pratikno
5
Ketua DPP PPP Merasa Aneh saat Rakyat Dilarang Mudik, Tapi WN China Boleh Masuk
Peristiwa
23 jam yang lalu
Ketua DPP PPP Merasa Aneh saat Rakyat Dilarang Mudik, Tapi WN China Boleh Masuk
6
Kembali Tebar Teror, Teroris OPM Tembaki Polsek dan Bakar Rumah Penduduk Ilaga Papua
Hukum
24 jam yang lalu
Kembali Tebar Teror, Teroris OPM Tembaki Polsek dan Bakar Rumah Penduduk Ilaga Papua
Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Polri Persilahkan Mudik Sebelum Tanggal 6 Mei, Warga: Bedanya Apa Pak, Tanggal Segitu Covid Hilang Ya?

Polri Persilahkan Mudik Sebelum Tanggal 6 Mei, Warga: Bedanya Apa Pak, Tanggal Segitu Covid Hilang Ya?
Ilustrasi Mudik. (Foto: Internet)
Jum'at, 16 April 2021 00:36 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono mempersilakan masyarakat yang ingin melakukan mudik Lebaran 2021 sebelum tanggal 6-17 Mei 2021.

"Bagaimana adanya mudik awal, sebelum tanggal 6 ya silakan saja. Kami perlancar," ujar Istiono kepada wartawan, Kamis (15/4).

Dia mengatakan bahwa anak buahnya itu belum melakukan penyekatan sebelum larangan mudik resmi berlangsung. Kata dia, pihaknya masih akan memberikan kelonggaran bagi warga yang hendak melintas di sejumlah titik penyekatan yang dipersiapkan.

Sebelum itu, kepolisian menggelar fase operasi keselamatan dan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (KKYD) untuk memberikan sosialisasi terkait kebijakan larangan mudik dan penyekatan ini.

Namun, kata dia, setelah tanggal 6 Mei, polisi bakal secara tegas melarang masyarakat agar tidak mudik. Menurutnya, pelarangan mudik diberlakukan untuk memutus mata rantai Covid-19.

"Setelah tanggal 6, mudik enggak boleh. Kami sekat itu, yang berbahaya ini kan berkumpul bersama-sama, kerumunan bersama-sama. Ini akan meningkatkan penyebaran Covid-19, ini harus kita antisipasi," jelasnya.

Istiono menjelaskan, apabila masih ada masyarakat yang nekat mudik, kepolisian bakal menindak dengan cara diputar balik.

"Operasi ketupat 2021 ini nanti dilaksanakan tanggal 6-17 Mei selama 12 hari. Operasi ini operasi kemanusiaan, tindakan kita ialah persuasif humanis, hanya memutarbalik arah," imbuhnya.

Pernyataan Kakorlantas tersebut ditanggapi beragam oleh warga. Sebagian menilai aturan tersebut justru membingungkan. "Begini pak Polisi, emang bedanya apa mudik sebelum atau sesudah tanggal 6, sama-sama pulang kampung, kalau masalah penularan Covid-19, emang yang sebelum tanggal 6 dijamin bebas dari Covid," ujar Santoso di Akun Twitter pribadinya.

"Ini sama dengan mudik dilarang, wisata tetap dibuka, kok aturan gak singkron ya," ujar akun lainnya.

Hal senada juga diungkapkan Andreas. "Mungkin kalau sebelum tanggal 6, Covid ngilang," candanya.***

wwwwww