Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Dinafkahi Maell Lee dan Ditawar Rp 5 Juta, Intan Ratna Juwita: Maaf Mending Saya Jualan Es Kelapa Saja
Peristiwa
9 jam yang lalu
Tak Dinafkahi Maell Lee dan Ditawar Rp 5 Juta, Intan Ratna Juwita: Maaf Mending Saya Jualan Es Kelapa Saja
2
LaNyalla: Pesantren Punya Peran Besar dalam Memajukan Indonesia
Politik
10 jam yang lalu
LaNyalla: Pesantren Punya Peran Besar dalam Memajukan Indonesia
3
Sembilan Debt Collector Penghadang Serda Nurhadi Ditangkap
Peristiwa
10 jam yang lalu
Sembilan Debt Collector Penghadang Serda Nurhadi Ditangkap
4
Polisi Kejar Debt Collector yang Hendak Rampas Mobil yang Angkut Orang Sakit
Hukum
16 jam yang lalu
Polisi Kejar Debt Collector yang Hendak Rampas Mobil yang Angkut Orang Sakit
5
Al-Aqsa Diserang, Dunia Internasional dan Donatur Diminta Lakukan Ini
Peristiwa
14 jam yang lalu
Al-Aqsa Diserang, Dunia Internasional dan Donatur Diminta Lakukan Ini
6
Penyelidik AS Ungkap Temuan Virus sebagai Model Upaya Perang
Internasional
15 jam yang lalu
Penyelidik AS Ungkap Temuan Virus sebagai Model Upaya Perang
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Gempa Magnitudo 6,4 di Nias, Getarannya Terasa di Sidimpuan dan Padang

Gempa Magnitudo 6,4 di Nias, Getarannya Terasa di Sidimpuan dan Padang
Pusat gempa magnitudo 6,4 (di-update BMKG jadi 6,1), di barat daya Nias, Sumatera Utara, Selasa (20/4/2021), pukul 06:58:20 WIB. (kompas.com)
Selasa, 20 April 2021 11:35 WIB
JAKARTA -- Gempa magnitudo 6,4 (di-update BMKG jadi M 6,1), terjadi di barat daya Nias, Sumatera Utara, Selasa (20/4/2021), pukul 06:58:20 WIB. Gempa tersebut getarannya terasa hingga ke Padang, Padang Sidimpuan dan Singkil.

Dikutip dari Kompas.com, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan, getaran gempa pada skala intensitas II MMI dirasakan di Nias Barat, Gunungsitoli, Padang Sidempuan, Aek Godang, Pariaman, Padang Pariaman, Pakpak Bharat dan Aceh Singkil.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno, dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa episenter gempa bumi ini berada di titik koordinat 0,17 LU dan 96,48 BT.

Lokasi tepatnya berada di laut pada jarak 140 kilometer arah Barat Daya Nias Sumatera Utara dengan kedalaman 16 kilometer.

''Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas tektonik pada Lempeng Samudera Hindia (outer rise),'' jelas Bambang.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan sesar turun atau normal fault.

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono menambahkan, episenter gempa baratdaya Nias ini di peta tampak berada di luar zona subduksi. Inilah yang menjadi ciri gempa outerrise.

''Gaya tektonik yang bekerja di zona ini bukan kompresional atau menekan tapi gaya ektensional atau tarikan karena merupakan zona bending (regangan),'' jelas Daryono kepada Kompas.com.

Outer rise merupakan zona gempa yang selama terabaikan, karena memang lebih populer zona sumber gempa megathrust.

Meskipun terabaikan tetapi tidak kalah berbahaya dan dapat memicu terjadinya tsunami.

Sebagai contoh seperti kasus Tsunami Selatan Jawa pada 1921 dan Tsunami Sumbawa yang destruktif Sumbawa pada 1977.

Dampak gempa

Kendati lokasi gempa bumi ini berada di laut tetapi hasil pemodelan BMKG tidak menunjukkan adanya potensi tsunami.

Akan tetapi, getaran dari guncangan gempa bumi ini dirasakan disejumlah wilayah dengan skala intensitas yang bervariasi.

Seperti getaran dengan skala intensitas II-III MMI dirasakan oleh masyarakat di wilayah Nias Barat. Di mana getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan-akan truk berlalu.

Sementara, wilayah seperti Padang Sidempuan, Pariaman, Padang Pariaman, Pakpak, Padang, Pakpak Bharat, Aceh Singkil, Aek Godang merasakan getaran gempa bumi ini dengan skala intensitas II MMI.

Getaran dengan skala intensitas II MMI ini dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Sedangkan untuk wilayah Gunung Sitoli merasakan getaran gempa bumi dengan skala intensitas I-II MMI. Getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Sebagai informasi, hasil monitoring BMKG hingga pukul 07.10 WIB, Selasa (20/4/2021) belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock.

''Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,'' kata Bambang.

Masyarakat juga diminta agar menghindar dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Upayakan untuk selalu memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Peristiwa
wwwwww