Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
12 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
11 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
12 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
11 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
10 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Voli

Risma Laporkan 21 Jutaan Data Ganda Bansos, Pertanyaan Netizen Mundur ke Pilpres 2019

Risma Laporkan 21 Jutaan Data Ganda Bansos, Pertanyaan Netizen Mundur ke Pilpres 2019
Reaksi netizen atas temuan 21 jutaan data ganda penerima Bansos. (gambar: tangkapan layar)
Sabtu, 01 Mei 2021 17:33 WIB
JAKARTA - Menteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini melaporkan kepada KPK bahwa telah ditemukan 21 jutaan data ganda penerima Bansos (bantuan sosial) yang akhirnya dinonaktifkan sementara.

"Alhamdulillah sesuai janji saya, April kami bisa selesaikan perbaikan datanya dan hasilnya seperti sudah saya sampaikan 21,156 juta atau 21,158 juta data itu ganda dan kemudian kami 'tidurkan' sehingga kemudian karena ada 21 juta yang kami 'tidurkan', kami meminta daerah-daerah untuk melakukan usulan tambahan untuk bisa kami tampung dan kami berikan bantuan," kata Risma di Gedung KPK, Jumat, sebagaimana dikutip GoNEWS.co, Sabtu (1/5/2021).

Terkait temuan ini, akun Twitter @BennyHarmanID yang dikenal sebagai akun milik politisi senior Partai Demokrat, Benny Kabur Harman berkomentar, "Jika laporan Risma betul, KPK harus kuat dan tegar. Ini lah kejahatan extra ordinary itu,".

"Di era Jokowi berkuasa, lebih kejam dari teroris. Curi uang rakyat di siang hari bolong," cuit Benny sebagaimana dilihat GoNEWS.co, Sabtu.

Cuitan Benny kemudian menjadi artikel yang tautannya diunggah oleh netizen lain lengkap dengan pertayaan, "Jika laporan Bu Risma ke KPK benar ada data ganda 21 juta penerima Bansos, misal dikalikan Rp300 ribu/paket, berapa triliun yang dicuri?" cuit akun ESKA @NcuhiRiwo.

"Apakah ada korelasinya dengan dugaan 25 juta data ganda pada Pilpres 2019?" kata dia.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Nasional, Metropolitan, Voli
wwwwww