Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
18 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
15 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
13 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
12 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
13 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
20 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Home  /  Berita  /  Nasional

Achmad Minta Pertamina Selesaikan Kendala Listrik Alih Blok Rokan

Achmad Minta Pertamina Selesaikan Kendala Listrik Alih Blok Rokan
Fasilitas produksi Blok Rokan yang dikelola PT Chevron Pacific Indonesia, Minas, Riau. (gambar: dok. ist./skk migas)
Minggu, 02 Mei 2021 00:32 WIB
JAKARTA - Proses transisi Blok Rokan, Riau dari PT CPI (Chevron Pacific Indonesia) ke PT Pertamina (Persero) terkendala pembangkit listrik. Padahal, masa transisi tersebut tengah memasuki 100 hari yang krusial.

"Seratus hari itu tidak lama, lho! Pertamina tidak boleh gegabah, harus mengambil langkah cepat," kata Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Achmad dalam rilis yang diterima GoNEWS.co pada Sabtu (1/5/2021).

Sejauh ini, kata Achmad, kebutuhan listrik di sana dipasok oleh PT MTCN (Mandau Cipta Tenaga Nusantara). Masalahnya, "Kan PT Mandau yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh SCL (Chevron Standar Limited), tidak mau menyerahkan begitu saja pembangkitnya," ujar Achmad.

"Kalau memang bisa, Pertamina duduk bersama dulu dengan PT Mandau, ambil kesepakatan yang tidak merugikan kedua belah pihak. Jika akhirnya mentok, baru cari plan lain sebelum masa transisi itu tiba (usai, red)," tandasnya.

Achmad yang mantan Bupati Rokan Hulu dua periode ini mengatakan, PT Pertamina (Persero) sebagai pemegang kendali akuisisi atas Blok Rokan dari PT CPI (Chevron Pasific Indonesia) juga diminta memperhatikan problem lain yang saat ini dialami Provinsi Riau.

"Misalnya infrastruktur, ini juga penting. Seperti jalan yang selama ini menjadi beban provinsi dan kebetulan melintas di kawasan Blok Rokan hingga kini juga belum terselesaikan," tandasnya.

Ia berharap dengan produksi minyak dari Blok Rokan ini dapat dimaksimalkan untuk mensejahterakan masyarakat Riau. Sebab, kata Achmad, pendapatan daerah Riau sangat bergantung pada bagi hasil Migas. "Kalau misalnya bagi hasil Migas seadanya, tentu Riau akan kesulitan, Blok Rokan ini merupakan blok minyak terbesar di Indonesia dengan luas 6.220 kilometer persegi yang tentunya juga harus bisa mensejahterkan masyarakat di 5 kabupaten di Riau, yaitu Bengkalis, Siak, Kampar, Rokan Hulu dan Rokan Hilir," kata Achmad.

Blok Rokan ini, kata Achmad memiliki 96 lapangan, di mana tiga lapangan berpotensi menghasilkan minyak sangat baik yaitu Duri, Minas dan Bekasap.

"Potensi Lapangan Duri pertama kali ditemukan tahun 1941 dan produksi pertamanya terjadi pada tahun 1951 di bawah pengelolaan Caltex yang kemudian berlanjut di bawah nama PT Chevron Pacific Indonesia hingga tahun 2021," paparnya.

Sektor Migas, kata Achmad, masih menjadi revenue generator, meski menempati posisi penyumbang kedua terbesar di APBN setelah pajak, namun sejatinya dari migaslah, Indonesia mendorong perputaran mesin perekonomiannya, bahkan (politiknya).

"Kita berharap Pertamina Hulu Rokan akan memberi yang terbaik bagi Provinsi Riau dan Indonesia pada umumnya," pungkasnya. ***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Riau, DKI Jakarta, Nasional, Ekonomi
wwwwww