Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Dinafkahi Maell Lee dan Ditawar Rp 5 Juta, Intan Ratna Juwita: Maaf Mending Saya Jualan Es Kelapa Saja
Peristiwa
3 jam yang lalu
Tak Dinafkahi Maell Lee dan Ditawar Rp 5 Juta, Intan Ratna Juwita: Maaf Mending Saya Jualan Es Kelapa Saja
2
Anis Byarwati Minta Kaum Muda Ikut Kontribusi Atasi Kemiskinan
Politik
23 jam yang lalu
Anis Byarwati Minta Kaum Muda Ikut Kontribusi Atasi Kemiskinan
3
Ketua DPP PPP Merasa Aneh saat Rakyat Dilarang Mudik, Tapi WN China Boleh Masuk
Peristiwa
23 jam yang lalu
Ketua DPP PPP Merasa Aneh saat Rakyat Dilarang Mudik, Tapi WN China Boleh Masuk
4
Kisah Penjual Prangko Kembalikan Duit Rp 16,4 Juta yang Ia Temukan di Depan Kantor Pos
Peristiwa
24 jam yang lalu
Kisah Penjual Prangko Kembalikan Duit Rp 16,4 Juta yang Ia Temukan di Depan Kantor Pos
5
Hari Ini, Puan Akan Tinjau Larangan Mudik di Tiga Provinsi Sekaligus
Politik
21 jam yang lalu
Hari Ini, Puan Akan Tinjau Larangan Mudik di Tiga Provinsi Sekaligus
6
Gandeng Kidzania Jakarta, Mitsubishi Konsisten Edukasi Otomotif untuk Anak-anak
Ekonomi
23 jam yang lalu
Gandeng Kidzania Jakarta, Mitsubishi Konsisten Edukasi Otomotif untuk Anak-anak
Home  /  Berita  /  Nasional

Achmad Minta Pertamina Selesaikan Kendala Listrik Alih Blok Rokan

Achmad Minta Pertamina Selesaikan Kendala Listrik Alih Blok Rokan
Fasilitas produksi Blok Rokan yang dikelola PT Chevron Pacific Indonesia, Minas, Riau. (gambar: dok. ist./skk migas)
Minggu, 02 Mei 2021 00:32 WIB
JAKARTA - Proses transisi Blok Rokan, Riau dari PT CPI (Chevron Pacific Indonesia) ke PT Pertamina (Persero) terkendala pembangkit listrik. Padahal, masa transisi tersebut tengah memasuki 100 hari yang krusial.

"Seratus hari itu tidak lama, lho! Pertamina tidak boleh gegabah, harus mengambil langkah cepat," kata Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Achmad dalam rilis yang diterima GoNEWS.co pada Sabtu (1/5/2021).

Sejauh ini, kata Achmad, kebutuhan listrik di sana dipasok oleh PT MTCN (Mandau Cipta Tenaga Nusantara). Masalahnya, "Kan PT Mandau yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh SCL (Chevron Standar Limited), tidak mau menyerahkan begitu saja pembangkitnya," ujar Achmad.

"Kalau memang bisa, Pertamina duduk bersama dulu dengan PT Mandau, ambil kesepakatan yang tidak merugikan kedua belah pihak. Jika akhirnya mentok, baru cari plan lain sebelum masa transisi itu tiba (usai, red)," tandasnya.

Achmad yang mantan Bupati Rokan Hulu dua periode ini mengatakan, PT Pertamina (Persero) sebagai pemegang kendali akuisisi atas Blok Rokan dari PT CPI (Chevron Pasific Indonesia) juga diminta memperhatikan problem lain yang saat ini dialami Provinsi Riau.

"Misalnya infrastruktur, ini juga penting. Seperti jalan yang selama ini menjadi beban provinsi dan kebetulan melintas di kawasan Blok Rokan hingga kini juga belum terselesaikan," tandasnya.

Ia berharap dengan produksi minyak dari Blok Rokan ini dapat dimaksimalkan untuk mensejahterakan masyarakat Riau. Sebab, kata Achmad, pendapatan daerah Riau sangat bergantung pada bagi hasil Migas. "Kalau misalnya bagi hasil Migas seadanya, tentu Riau akan kesulitan, Blok Rokan ini merupakan blok minyak terbesar di Indonesia dengan luas 6.220 kilometer persegi yang tentunya juga harus bisa mensejahterkan masyarakat di 5 kabupaten di Riau, yaitu Bengkalis, Siak, Kampar, Rokan Hulu dan Rokan Hilir," kata Achmad.

Blok Rokan ini, kata Achmad memiliki 96 lapangan, di mana tiga lapangan berpotensi menghasilkan minyak sangat baik yaitu Duri, Minas dan Bekasap.

"Potensi Lapangan Duri pertama kali ditemukan tahun 1941 dan produksi pertamanya terjadi pada tahun 1951 di bawah pengelolaan Caltex yang kemudian berlanjut di bawah nama PT Chevron Pacific Indonesia hingga tahun 2021," paparnya.

Sektor Migas, kata Achmad, masih menjadi revenue generator, meski menempati posisi penyumbang kedua terbesar di APBN setelah pajak, namun sejatinya dari migaslah, Indonesia mendorong perputaran mesin perekonomiannya, bahkan (politiknya).

"Kita berharap Pertamina Hulu Rokan akan memberi yang terbaik bagi Provinsi Riau dan Indonesia pada umumnya," pungkasnya. ***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Riau, DKI Jakarta, Nasional, Ekonomi
wwwwww