Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
22 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
22 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
21 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
21 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
22 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Lewat Single "Cinta Baru", Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Hiburan
22 jam yang lalu
Lewat Single Cinta Baru, Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Home  /  Berita  /  Metropolitan

75 Pegawai KPK Melawan, Pilih Dipecat daripada Dibina Kembali

75 Pegawai KPK Melawan, Pilih Dipecat daripada Dibina Kembali
irektur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Giri Suprapdiono. (foto: CNNIndonesia.com)
Jum'at, 28 Mei 2021 17:52 WIB
JAKARTA - Sebanyak 75 orang pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK) menyatakan melawan karena merasa dilecehkan. Mereka menolak dibina untuk bisa kembali mendapatkan kesempatan menjadi aparatus sipil negara (ASN).

Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Giri Suprapdiono menyatakan pihaknya lebih memilih dipecat daripada mendapat pembinaan kembali.

"Ini pelecehan bagi kita. Lebih baik kita dipecat daripada harus dibina lagi," ungkap Giri saat menghadiri acara Mata Najwa di Trans7 pada Rabu (26/5/2021) lalu.

Hal senada juga disampaikan Kepala Satgas Penyelidik KPK Harun al-Rasyid. Dia menyebut 75 orang pegawai tak lolos TWK sudah sepakat menolak pembinaan.

Harun menilai pembinaan terhadap 24 dari 75 orang hanya akal-akalan. Dia berkata pimpinan KPK ingin terlihat seperti menuruti perintah Presiden Joko Widodo untuk tidak memecat 75 pegawai. "Itu kan siasat. Siasat seakan-akan telah mengikuti arahan Presiden. Padahal, senyatanya mereka membangkang. Publik sudah pintar membaca strateginya," ujar Harun.

Dia menegaskan 75 orang pegawai KPK yang tak lulus TWK menolak keputusan pimpinan KPK. Harun menyampaikan pihaknya hanya akan menerima tawaran lulus tanpa pembinaan. "Kami sudah bersepakat dengan yang 75, bahwa kami menolak untuk dibina. Jadi, meski ada 24 yang akan dipisahkan dari 75 kami juga enggak akan mau, kecuali 75 itu secara otomatis dialihkan," tutur Harun.

Sebelumnya, KPK menyatakan 75 orang tak lulus tes wawasan kebangsaan. Tes itu digelar dalam rangka peralihan status pegawai KPK menjadi ASN. Setelah rapat dengan sejumlah lembaga/kementerian, pimpinan KPK memutuskan memecat 51 orang pegawai.

"Ada 24 pegawai dari 75 tadi yang masih dimungkinkan untuk dilakukan pembinaan sebelum diangkat menjadi ASN. Sedangkan yang 51 orang ini dari asesor warnanya sudah merah, yang tidak dimungkinkan melakukan pembinaan," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata pada jumpa pers di Kantor BKN, Jakarta Timur, Selasa (25/5).***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Metropolitan, Voli, Olympic
wwwwww