Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
11 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
16 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
9 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
6 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
6
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
Sepakbola
6 jam yang lalu
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Dorong Pendapatan Maskapai Nasional, Erick Ingin Batasi Open Sky

Dorong Pendapatan Maskapai Nasional, Erick Ingin Batasi Open Sky
Ilustrasi. (gambar: dok. ist./universalnewswires)
Jum'at, 04 Juni 2021 10:02 WIB
JAKARTA - Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Erick Thohir mengungkapkan, pihaknya telah banyak bicara dengan Kemenhub RI mengenai pembatasan open sky di bandara.

"Bagaimana nanti bandara-bandara di Indonesia tidak semua open sky. Tidak semua bandara dibuka untuk maskapia asing mendarat," terang Erick dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Kamis.

Mengutip Antara, Jumat (4/6/2021), langkah ini dilakukan untuk memaksimalkan potensi pendapatan maskapai nasional. Harapannya, ketibaan wisatawan asing di Indonesia bakal terkonsentrasi hanya di beberapa lokasi, wisatawan asing yang akan menuju destinasi tertentu pun bakal diangkut dengan maskapai dalam negeri, seperti Garuda Indonesia atau Lion Air Group.

"Apalagi dengan kondisi Covid-19-dengan kondisi pandemi masih terjadi-ini kesempatan. Karena negara kepulauan, kita mestinya fokus di domestik. Kalau untuk luar negeri ya kita cost sharing," tutur Erick.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Voli, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww