Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
22 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
21 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
21 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
21 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
21 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Soal Polemik Raffi Ahmad dan Nagita Jadi Ikon PON Papua, Amali: PB PON Harus Perhatikan Aspirasi Masyarakat

Soal Polemik Raffi Ahmad dan Nagita Jadi Ikon PON Papua, Amali: PB PON Harus Perhatikan Aspirasi Masyarakat
Menpora Zainudin Amali. (foto:kemenpora.org)
Sabtu, 05 Juni 2021 02:41 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Menpora Zainudin Amali meminta Panitia Besat Pekan Olahraga Nasional (PB PON) selaku panitia penyelenggara harus memperhatikan aspirasi masyarakat terkait penetapan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina sebagai ikon PON Papua 2021. Pasalnya, keputusan menunjuk pasangan artis tersebut mengundang polemik.

"Saya kira ini juga aspirasi dari masyarakat yang perlu kita perhatikan. Saya akan komunikasi dengan PB PON dan pihak Raffi Ahmad," kata Zainudin Amali dalam konferensi pers virtual, Jumat (4/6/2021).

Menurut Amali, penunjukan tersebut memang sepenuhnya menjadi keputusan PB PON Papua dan bukan pemerintah pusat atau Kemenpora. “Keputusan tentang penunjukan ikon PON Papua bukan oleh pemerintah pusat atau Menpora apalagi dikaitkan dengan presiden,” katanya.

Amali menjelaskan, pihaknya bukan ingin menganulir keputusan PB PON. Namun, dia akan memberikan masukan kepada PB PON agar polemik ini tidak berkepanjangan.

"Memang di dalam pembagian tugas, ini menjadi kewenangan PB PON. Namun, kalau sudah menyangkut area publik yang akhirnya menjadi kontroversi, pemerintah pusat tentu akan mengajak komunikasi. Kami bukan menganulir, tetapi mengajak komunikasi supaya mereka bisa memutuskan bagaimana baiknya."

"Mungkin saja tujuan mereka menunjuk public figure yang dikenal masyarakat luas agar publikasi PON Papua ini semakin masif. Namun, ini bisa didiskusikan. Kami akan bicara dengan ketua harian PB PON," ujar Zainudin Amali.

"Kami akan serahkan kepada PB PON untuk memutuskan apakah mengganti ikon atau tidak. Kita akan kasih masukan saja," tandasnya.

PB PON sebelumnya juga telah mendapuk pesepak bola Persipura Jayapura Boaz Solossa sebagai Duta PON Papua.

Semula pelaksanaan PON Papua digelar tahun 2020. Namun, pesta olahraga empat tahunan ini terpaksa diundur setahun pelaksanaannya pada 2-15 Oktober 2021 akibat pandemi Covid-19. ***

wwwwww