Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
21 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
21 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
20 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
20 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
21 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Voli

Tito Mengaku Harus Belajar dari Kepala Desa, Daerah Lain Diminta Tiru Banyuwangi Mengenai...

Tito Mengaku Harus Belajar dari Kepala Desa, Daerah Lain Diminta Tiru Banyuwangi Mengenai...
Mendagri Muhammad Tito saat meninjau pelayanan Publik di MPP Banyuwangi, Jawa Timur. (foto: ist./puspen kemendagri)
Sabtu, 05 Juni 2021 08:16 WIB
BANYUWANGI - Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Muhammad Tito mengaku harus banyak belajar dari Kepala Desa Sukojati dalam penerapan memoderenisasi dan pemangkasan birokrasi pelayanan publik.

""Jujur saya harus banyak belajar dari kepala desa, ini bisa menjadi model," kata Tito saat meninjau Smart Kampung Desa Sukojati, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (4/6/2021).

Rilis Puspen Kemendagri yang dikutip GoNEWS.co, Sabtu, menyebut, dalam kunjungannya ke Banyuwangi itu Tito melihat langsung sejumlah inovasi disana. Ada ADM (Anjungan Dukcapil Mandiri), teknologi layanan IMB (Izin Mendirikan Bangunan), MPP (Mall Pelayanan Publik) yang terhubung dengan sistem teknologi informasi di desa, aplikasi online OSS (One Single Submission) yang memudahkan investasi, Grab Layanan, Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa), Jemput Bola bagi masyarakat desa hingga layanan publik di kampung-kampung nelayan. Banyuwangi, mempunyai kedinasan khusus untuk menangani sebanyak 237 jenis layanan publik yang terintegrasi, di antaranya 10 unit layanan dari Pemerintah Kabupaten dan 14 unit dari instansi vertikal.

Mendagri berharap MPP di Banyuwangi dengan berbagai inovasinya menjadi contoh bagi daerah lain, terlebih di saat pandemi Covid-19, dimana kerumunan masyarakat harus dihindari.

"Belum semua kabupaten/kota, bahkan ada provinsi yang belum memiliki dinas tersendiri untuk itu," ujar Tito.

Mendagri menambahkan, sesuai dengan penjelasan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, lokasi pelayanan tersebut merupakan mall yang bekerjasama dengan Pemda melalui skema BOT (Build-Operate-Transfer). Kemudian Pemda memanfaatkannya menjadi MPP.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Jawa Timur, Voli
wwwwww