Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
11 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
16 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
8 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
6 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
6
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
Sepakbola
5 jam yang lalu
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
Home  /  Berita  /  Nasional

Peringkat 77, Begini Potret Penanganan Kejahatan Siber dan PDP di Indonesia

Peringkat 77, Begini Potret Penanganan Kejahatan Siber dan PDP di Indonesia
Data peringkat keamanan siber Indonesia. (gambar: tangkapan layar/nsci)
Minggu, 06 Juni 2021 10:37 WIB
JAKARTA - NCSI (National Cyber Security Index) yang dibuat oleh Estonia mencatat, Indonesia berada di peringkat ke 77 dalam hal keamanan siber saat ini.

NCSI mencatat, sebagai negara dengan populasi 258,7 juta jiwa, Indonesia lebih banyak menyelesaikan menyelesaikan persoalan kejahatan di dunia maya ketimbang melindungi data pribadi warganya.

Data NCSI versi 20 April 2020, perlindungan data pribadi di Indonesia berada di skor 1/4 sementara perlawanan terhadap kejahatan dunia maya mendapat skor 7/9. Dalam hal perlindungan terhadap data pribadi, NCSI mengkaji 2 persyaratan yakni UU PDP dan Otoritas PDP.

"Ada otoritas pengawasan publik independen yang bertanggungjawab atas perlindungan data pribadi," kutipan kriteria syarat sebagaimana dilihat GoNEWS.co dari situs resmi mereka, Minggu (6/6/2021).

Terkait UU PDP (Perlindungan Data Pribadi), Ketua Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi CISSReC, Pratama Persadha menyatakan pada Antara, perlu dibaca secara cermat RUU PDP yang tengah berposes di DPR RI, "apakah isinya cukup kuat untuk melindungi masyarakat atau malah sebaliknya,".

"Perlindungan pada data pribadi masyarakat di Tanah Air sangat rendah," kata mantan pejabat Lemsaneg (kini menjadi BSSN) itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, perdebatan dalam RUU PDP saat ini diantaranya memang mengenai otoritas PDP. Pemerintaha dan DPR masih beda pandang, otoritas tersebut perlu badan independen atau cukup di keditjenan di dalam Kementrian Komunikasi dan Informatika.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Badminton, Nasional, PON, DKI Jakarta
wwwwww