Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dewan Pers Desak Kepolisian Segera Tangkap Penembak Pemred Mara Salem Harahap
Hukum
9 jam yang lalu
Dewan Pers Desak Kepolisian Segera Tangkap Penembak Pemred Mara Salem Harahap
2
Tanggap Darurat Covid-19 di DPR, Sekjen Pastikan Infrastruktur Digital Siap Dukung Rapat Penting
DPR RI
17 jam yang lalu
Tanggap Darurat Covid-19 di DPR, Sekjen Pastikan Infrastruktur Digital Siap Dukung Rapat Penting
3
Breaking News: Pemred Media Online di Pematangsiantar Tewas Ditembak
Hukum
16 jam yang lalu
Breaking News: Pemred Media Online di Pematangsiantar Tewas Ditembak
4
Next Policy: Holding Bisa Tata Kembali Ekosistem Ultra Mikro
Ekonomi
19 jam yang lalu
Next Policy: Holding Bisa Tata Kembali Ekosistem Ultra Mikro
5
Mara Salem Harahap, Pemred Media Online Tewas Ditembak di Dekat Rumahnya
Hukum
16 jam yang lalu
Mara Salem Harahap, Pemred Media Online Tewas Ditembak di Dekat Rumahnya
6
Buka Turnamen, Bamsoet: Pecatur Beda-Beda Tipis dengan Politisi 
MPR RI
15 jam yang lalu
Buka Turnamen, Bamsoet: Pecatur Beda-Beda Tipis dengan Politisi 
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Anak Sekolah Seberangi Sungai Gunakan Keranjang, Bupati Kampar: Video dan Kenyataannya Tak Sesuai Fakta

Anak Sekolah Seberangi Sungai Gunakan Keranjang, Bupati Kampar: Video dan Kenyataannya Tak Sesuai Fakta
Bupati Kampar, Catur Sugeng Susanto saat meninjau langsung lokasi Video bocah SD bergelantungan seberangi sungai di Desa Kuntu. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 11 Juni 2021 17:54 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
BANGKINANG - Video tiga murid sekolah dasar menyeberangi sungai dengan cara bergelantungan dengan keranjang buah sawit, mendapat perhatian langsung dari pemda Kampar, Riau. Pada hari Jum'at (11/6/2021), Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto langsung meninjau lokasi sungai di Desa Kuntu dan Desa Kuntu Darussalam Kecamatan Kampar Kiri.

"Pagi ini saya berada di lokasi, tepat di Desa Kuntu di perbatasan Desa Kuntu Darussalam di Kecamatan Kampar Kiri dan di dampingi Kepala Bappeda sekaligus Kadis PUPR guna memastikan kondisi sebenarnya seperti apa," ujar Catur.

Bupati Kampar menjelaskan, kejadian ini sempat viral ada anak SD yang menyeberangi sungai dengan cara bergelantungan, namun setelah dibuktikan bersama kapolsek, Dan Ramil beserta jajarannya ternyata di sini ada sungai yang lebarnya lebih kurang 15 meter dan diatasnya ada kabel (seling) yang ternyata untuk menyeberangkan Tandan Buah Segar (TBS).

"Sebenarya tali yang digunakan anak-anak tersebut bukan akses penyebarangan, tapi alat untuk menyebrangan buah sawit. Dan anak-anak yang bergelantungan itu juga bukan nyeberang mau sekolah, tapi cuma main-main dan dijadikan konten. Intinya, video dan kenyataannya tak sesuai fakta," tandasnya .

Sementara itu, Kepala Desa Kuntu, Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau, Asril, membenarkan bahwa video tersebut memang lokasinya di wilayah Desa Kuntu. Namun di seberang sungai yang diseberangi 3 anak SD tersebut bukanlah perkampungan penduduk.

"Iya benar, itu di desa kita. Tetapi sungai yang diseberangi tiga anak SD tersebut, bukan di perkampungan penduduk, melainkan di lokasi perkebunan milik pengusaha Tionghoa. Dan keranjang itu sendiri adalah alat angkut sawit mereka menyebrang sungai karena takut mobil pengangkut buahnya terkubur atau terpuruk bila dipaksakan menyeberangi sungai," jelas Asril.

Menurutnya, terkait konten yang lagi heboh saat ini, adalah hal biasa karena ada pihak yang berusaha mencari keuntungan dengan membesar-besarkan berita tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa sungai yang dilewati 3 anak SD tersebut merupakan sungai kecil.

"Konten yang lagi heboh saat ini adalah hal biasa. Ada pihak yang berusaha mencari keuntungan dengan membesar-besarkan berita tersebut. Dan adapun sungai yang ada di video yang lagi heboh itu hanyalah sungai kecil yang bisa dilewati oleh sepeda motor, dan biasa dilewati oleh pekerja kebun, maupun oleh masyarakat sekitar untuk pergi memancing atau keperluan lainnya," ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa bila air sungai tersebut lagi banjir, maka akses jalan yang digunakan adalah melalui jalan perkebunan sawit KUD, yang sedikit agak jauh.

Asril juga menyampaikan jumlah penduduk yang bekerja di seberang sungai hanyalah 12 kepala keluarga. Dan video tiga bocah yang lagi viral itu diambil mereka pulang sekolah.

"Jumlah penduduk yang bekerja di perkebunan sawit itu, hanyalah lebih kurang 12 KK, dan jumlah anak usia sekolah dasar 7 orang, tingkat menengah pertama 2 orang. Video ini diambil oleh seseorang ketika anak anak ini pulang sekolah. Dan biasalah, yang namanya anak-anak, baik mereka, ataupun kita dulunya memanfaatkan waktu untuk bermain, apalagi di tempat dan suasana yang seperti itu," tutupnya.***

wwwwww