Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
15 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
15 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
15 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
14 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
15 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
14 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

Gus AMI: Desa Jadi Kekuatan Besar Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Gus AMI: Desa Jadi Kekuatan Besar Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 12 Juni 2021 17:02 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
GORONTALO - Ketimpangan pembangunan masih menjadi paradoks dalam proses pembanguan bangsa ini. Ketimpangan nyaris terjadi secara multidimensi baik antarwilayah, antarsektor, dan juga antarkelompok pendapatan.

"Selama hampir 20-30 tahun yang lalu kita menyaksikan sebuah fenomena ketimpangan spasial yang muncul akibat pemusatan kegiatan pembangunan. Hal ini bisa dilihat dari kesenjangan Jawa-luar Jawa, pedesaan-perkotaan, kawasan Indonesia Barat-Indonesia Timur, wilayah hinterland-wilayah perbatasan, bahkan dalam satu wilayah yang sama," ujar Wakil Ketua DPR Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI) saat memberikan sambutan dalam

Regional Meeting Kawasan Teluk Tomini dan Maluku Utara bertajuk "Revitalisasi Kawasan Teluk Tomini dan Maluku Utara dalam Peningkatan Kesejahteraan Ekonomi dan Investasi Pedesaan" di Kota Gorontalo, Sabtu (12/6/2021).

Gus AMI mengatakan bahwa untuk mengatasi ketimpangan tidak bisa dilakukan secara parsial dan tambal sulam. Namun diperlukan komitmen kuat dalam suatu formula, inovasi, serta terobosan baru mulai dari perubahan paradigma kebijakan pembangunan, ditopang kelembagaan yang mapan, infrastruktur dan insentif yang mendukung, serta pengawasan yang ketat dalam implementasi di lapangan. Semua hal di atas itulah sesungguhnya salah satu esensi politik kesejahteraan.

"Regional Meeting ini sangat penting terutama mendongkrak secara cepat dan lintas region, semua potensi sumber daya alam, sumber daya manusia kawasan desa adat yang tidak saja menjadi potensi kekuatan wisata, tetapi sekaligus kekuatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.

Dikatakan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, pembangunan suatu kawasan harus memperhatikan kelestarian lingkungan dan memiliki daya tahan dalam menghadapi tantangan apapun. "Pembangunannya harus betul-betul ramah lingkungan sekaligus penghitung kesinambungan dan daya tahan ekonomi. Dan tentu saja infrastruktur yang menopangnya harus memiliki perencanaan yang tepat. Selamat kepada masyarakat di sekitar Teluk Tomini, berapa desa yang luar biasa menjadi pendongkrak kemajuan kawasan," katanya.

Menurut Gus AMI, sudah saatnya negara harus mewujudkan peran etisnya dalam bentuk intervensi kebijakan untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. Lokus-lokus pertumbuhan yang selama ini seakan hanya monopoli kota sudah saatnya digeser ke desa.

"Dengan ragam potensinya, posisi desa saat ini semakin kuat. Desa saat ini telah menjelma menjadi kekuatan besar bangsa untuk mendorong pertembuhunan ekonomi Indonesia," urainya.

Dikatakan Gus AMI, negara melalui kebijakan publiknya harus mampu menjebol kebuntuan-kebuntuan dalam seluruh dimensi pembangunan. Hal ini agar ketimpangan tidak menjadi problem akut yang justru menjadi virus ganas pembangunan dan kita terjebak dalam sangkar besi pembangunan itu sendiri.

"Jawaban atas persoalan-persoalan sebagaimana di atas, salah satunya adalah melalui pengembangan kawasan-kawasan ekonomi khusus. Di kawasan regional Sulawesi seperti Provinsi Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara dan Maluku Utara bersama-sama pemerintah daerah dan pusat membuat terobosan dengan menginisiasi gagasan tentang pengembangan ekonomi khusus berbasis perdesaan," katanya.***

wwwwww