Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
19 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
22 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
22 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
19 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
5
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
23 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
6
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
5 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Home  /  Berita  /  Olympic

Simulasi Olimpiade Tokyo 2020: Gregoria Tertekan Target Sendiri

Simulasi Olimpiade Tokyo 2020: Gregoria Tertekan Target Sendiri
Gregoria Mariska Tunjung. (Foto: Istimewa)
Kamis, 17 Juni 2021 17:09 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Kejutan kembali terjadi di pertandingan Simulasi Olimpiade Tokyo 2020 yang digelar PBSI hari Kamis (17/6). Terbaru, pemain muda Ester Nurumi Tri Wardoyo berhasil mengalahkan Gregoria Mariska Tunjung di sektor tunggal putri.

Dalam laga yang berlangsung di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Ester menang lewat drama tiga gim, 21-12, 13-21, 21-11.

Gregoria yang merupakan andalan satu-satunya tunggal putri di Olimpiade Tokyo nanti, mengaku tidak bisa keluar dari tekanan sendiri.

"Hari ini permainan saya tidak keluar sama sekali. Semua jadi serba salah mainnya," ucap Gregoria kepada Tim Humas dan Media PP PBSI.

"Saya tegang karena jujur saya menargetkan hari ini harus menang tapi saya malah tertekan dan tidak bisa mengatasinya. Ester juga kan pemain muda, jadi nambah beban ke saya," lanjutnya.

Lebih lanjut Gregoria mengatakan bahwa sudah lama tidak bertanding membuatnya sedikit sulit untuk kembali ke performa yang diinginkan.

"Ada pengaruhnya sedikit sih sudah lama tidak bertanding ke performa saya. Intinya hari ini saya dapat pelajaran berharga untuk lebih menyiapkan diri sebaik-baiknya menuju Olimpiade," ungkap Gregoria.

"Saya mau lupakan kekalahan ini dan fokus pada peningkatan dan perbaikan yang masih kurang di latihan," ujar Gregoria lagi.

Secara khusus, Gregoria memuji penampilan Ester hari ini.

"Ester memang pemain bagus, kalau latihan bersama dia sering menyulitkan saya. Tadi juga ia tampil sangat bagus," kata Gregoria.

"Saya senang bisa mengalahkan Kak Grego. Puas juga dengan penampilan hari ini karena bisa membawa apa yang saya dapat di latihan ke pertandingan. Semoga kemenangan ini bisa buat saya lebih baik lagi," sahut Ester.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Non Olympic, Olympic
wwwwww