Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
20 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
21 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
21 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
19 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Jika Qodari Tidak Ditegur, Istana Bisa Dianggap Merestui Wacana Presiden 3 Periode

Jika Qodari Tidak Ditegur, Istana Bisa Dianggap Merestui Wacana Presiden 3 Periode
Wakil Sekjen Partai Demokrat, Irwan. (foto: Istimewa)
Rabu, 23 Juni 2021 14:17 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Presiden Joko Widodo harus menegur manuver Direktur Eksekutif Indobarimeter M. Qodari yang membentuk Sekretariat Nasional Jokowi-Prabowo (Jokpro) 2024.

Komunitas ini bertujuan untuk menduetkan Presiden Joko Widodo dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di Pilpres 2024. Artinya, Jokowi didorong untuk menjabat sebagai presiden 3 periode.

Wakil Sekjen Partai Demokrat, Irwan mengatakan manuver Qodari tersebut tidak lebih dari sekadar mencari muka pada penguasa.

"Pak Jokowi harus segera menegur Qodari dan kelompok lainnya untuk berhenti cari muka dengan terus-terusan melantangkan Jokowi 3 periode," kata Irwan dikutip dari Facebook DPP Partai Demokrat, Rabu (23/6).

Kata Irwan, jika aksi Qodari dan kelompoknya dibiarkan mewacanakan jabatan presiden tiga periode justru akan merugikan Jokowi sendiri.

Lebih jauh lagi, anggota Komisi V DPR RI ini khawatir pembiaran akan menimbulkan kesimpulan bahwa istana memang merestui isu tiga periode itu digulirkan.

"Jika tidak menegur, maka akan ada rakyat yang berkesimpulan bahwa ada pembiaran dari istana agar isu presiden 3 periode ini terus menggelinding," tandasnya.***

wwwwww