Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
19 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
20 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
20 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
19 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
5
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
6
MA Batalkan Suket Gibran, Mulyanto Minta DPR Segera Bentuk Pansus
Nasional
20 jam yang lalu
MA Batalkan Suket Gibran, Mulyanto Minta DPR Segera Bentuk Pansus
Home  /  Berita  /  Nasional

Gus Imin Bahas Socio-Technopreneurship Bareng Istana

Gus Imin Bahas Socio-Technopreneurship Bareng Istana
Ketum PKB, Gus Imin (kiri) saat berbincang mengenai socio-technopreneurship bersama Mensesneg RI, Pratikno (kanan) di Jakarta, Minggu (27/6/2021). (foto: ist.)
Minggu, 27 Juni 2021 21:42 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Abdul Muhaimin Iskandar, membahas socio-technopreneurship bersama dengan Mensesneg RI, Pratikno di Jakarta, Minggu (27/6/2021).

Dalam pernyataan tertulis yang dikutip GoNEWS.co, Ketum PKB yang akrab disapa Gus Imin itu menyatakan, socio-technopreneurship adalah entrepreneur berbasis teknologi yang berjiwa sosial, saling membantu, saling bekerjasama, saling silahturahim dan kaya akan soft skill.

"Socio-technopreneurship adalah upaya mengatasi masalah sosial dengan teknologi dan kewirausahaan," kata Gus Imin.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyatakan, gagasan socio-technopreneurship cocok dengan karakter warga Nahdlatul Ulama (NU), di mana mayoritas di antaranya adalah kaum santri.

Seorang socio-technopreneurship biasa menjalankan bisnisnya bukan hanya bertujuan memperoleh revenue dan profit semata dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, tapi juga ada aksi kemanusiaan di dalamnya.

Karena itu momentum satu abad NU yang jatuh pada tahun 2026 dalam kalender masehi sangat tepat untuk menumbuhkembangkan semangat socio-technopreneurship setiap warga NU. "Memajukan NU satu abad melalui pendidikan dan kewirausahaan," lanjut Dia.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Badminton, Nasional, Ekonomi, DKI Jakarta
wwwwww