Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
20 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
20 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
20 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
21 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
5
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
20 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
6
Lewat Single "Cinta Baru", Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Hiburan
20 jam yang lalu
Lewat Single Cinta Baru, Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Home  /  Berita  /  Voli

Jokowi Diminta Belajar dari Tsunami Aceh, Komandan dan Rencananya Jelas, Hasilnya Membanggakan

Jokowi Diminta Belajar dari Tsunami Aceh, Komandan dan Rencananya Jelas, Hasilnya Membanggakan
Suasana kota yang porak-poranda sesaat pascagempa dan tsunami di Aceh 16 tahun silam. (Foto: Okezone)
Senin, 05 Juli 2021 19:00 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Penanganan tsunami Aceh tahun 2004 seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah saat ini untuk mangatasi pandemi Covid-19. Begitu saran dari ekonom senior Faisal Basri kepada pemerintahan Jokowi lewat akun Twitter pribadinya, Senin (5/7).

Penanganan yang dimaksud adalah adanya kejelasan siapa yang menjadi garda depan dalam mengatasi masalah. Selain itu, ada juga bantuan yang tepat dari pembantu inti dan penanganan yang dilakukan satu pintu.

"Ada rencana aksi yang jelas, tak gonta-ganti. Tak dengar ada kasus korupsi. Dipuji masyarakat internasional. Hasilnya membanggakan," tegasnya.

Kala itu, kata Faisal, segala rintangan diselesaikan dengan cepat. Bahkan Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak perlu menggelar rapat-rapat, mulai dari rakor, ratas, dan sejenisnya.

"Presiden dan para menteri percaya penuh pada komandan perang dan memperikan otoritas penuh,” tegasnya.

Di satu sisi, segenap elemen masyarakat bersatu padu membantu pemerintah. Mulai dari partai, masyarakat, LSM, organisasi keagamaan, dan uluran tangan dari luar negeri. "Saling bahu-membahu, berbagi peran dengan sangat efektif," pungkasnya.***

wwwwww