Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
21 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
22 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
18 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
17 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
16 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
17 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Olympic

BMKG Jelaskan Fenomena Awan Mirip UFO

BMKG Jelaskan Fenomena Awan Mirip UFO
Fenomena awan tudung di Banda Aceh, Selasa (6/7/2021) sore. (foto: ist./cut ida khairani).
Rabu, 07 Juli 2021 12:19 WIB
MEULABOH - Penampakan awan mirip UFO di langit kawasan Desa Punge, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh, Selasa (6/7/2021) sore, menjadi perhatian.

Prakirawan Stasiun BMKG Meulaboh-Nagan Raya, Rezky P. Hartiwi menjelaskan, awan mirip UFO itu adalah awan Lenticularis atau awan topi atau awan tudung.

Awan ini terbentuk akibat hembusan masa udara yang basah di sekitar bukit atau gunung. Biasanya awan tersebut dapat menyebabkan terjadinya angin kencang, dan hujan. Namun seiring berjalannya waktu awan ini akan luruh.

Antara melansir, awan ini dapat menyebabkan adanya turbulensi atau putaran angin secara vertikal yang kuat. Sehingga, kata Rezky, "Sangat berbahaya bagi penerbangan dengan level rendah,".

"Pesawat bisa mengalami penurunan tekanan udara secara drastis," kata Rezky Rabu, sebagaimana dikutip GoNEWS.co.

Rezky mengimbau, masyarakat untuk tetap di dalam rumah saat fenomena awan ini muncul. "Kalaupun ada yang mengharuskan beraktivitas di luar, dimohon untuk tetap waspada dan hati-hati," imbaunya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Aceh, Lingkungan, Olympic
wwwwww