Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
13 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
12 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
13 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
11 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
6
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
12 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Jelang Olimpiade Tokyo 2020

Masuk Negara Resiko Tinggi Penularan, Kontingen Indonesia Jalani 7 Kali Tes Covid-19 Beruntun

Masuk Negara Resiko Tinggi Penularan, Kontingen Indonesia Jalani 7 Kali Tes Covid-19 Beruntun
Sekjen NOC Indonesia, Ferry J Kono (Dok. NOC Indonesia)
Rabu, 07 Juli 2021 19:07 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Melonjaknya kasus pandemi Covid-19 di Tanah Air sejak Selasa (6/7/2021) berdampak terhadap dunia olahraga. Kini, Indonesia ditetapkan pemerintah Jepang masuk dalam kategori atau Grup 1 (negara risiko tinggi penularan Covid-19).

"Itu ditentukan pemerintah Jepang dan pemerintah kota Tokyo. Kita masuk dalam kategori 1, jadi risiko covid-19 tinggi bersama beberapa negara lain seperti Afghanistan, India, Maladewa hingga Zambia," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia), Ferry Kono dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (7/7/2021).

Meski masuk dalam kategori 1, kata Ferry Kono, tidak mempengaruhi jadwal keberangkatan Kontingen Indonesia. Hanya saja, katanya, Kontingen Garuda harus mengikuti persyaratan protokol kesehatan dari Panitia Penyelenggara Olimpiade (TOCOG) sesuai dengan status atau kategori risiko penularan Covid-19 negara masing-masing.

"Belum ada perubahan. Untuk yang terakreditasi, kami hanya perlu melakukan tujuh kali tes Covid-19 beruntun sebelum keberangkatan ke Tokyo," jelas Ferry Kono.

"Dua diantara tes itu harus swab PCR, sisanya boleh antigen. Setelah itu [sampai Tokyo] tiga hari di karantina, dan hanya boleh berinteraksi dengan kontingen Indonesia saja," tambahnya.

NOC Indonesia sendiri telah menetapkan jadwal keberangkatan kontingen Indonesia. Antara lain tim bulutangkis (8 Juli), tim advance (15 Juli), panahan, menembak, rowing, surfing, angkat besi, renang (17 Juli).

Keempat adalah Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, Chef de Mission (CdM), Rosan P Roeslani bersama tim (20 Juli), dan terakhir adalah atletik pada 24 Juli 2021.

"Apapun itu kita siapkan skenario. mudah2an tidak menganggu persiapan kontingen. Kami maksimal sampai [di Tokyo] H-7 sebelum pertandingan mulai," ungkapnya.
Olimpiade Tokyo yang ditunda setahun akibat pandemi Covid-19 akan berlangsung pada 23 Juli hingga 8 Agustus 2021. ***

wwwwww