Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
16 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
20 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
15 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
18 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
22 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
13 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Olympic

Operasi PPKM Darurat di Surabaya Ricuh, Warga Melawan dan Lempari Petugas

Operasi PPKM Darurat di Surabaya Ricuh, Warga Melawan dan Lempari Petugas
Masyarakat Surabaya saat melawan petugas. (Foto tangkap layar Video Twitter)
Senin, 12 Juli 2021 00:53 WIB

SURABAYA - Operasi PPKM darurat di Bulak Banteng, Kenjeran, Surabaya berlangsung ricuh semalam. Kericuhan terjadi karena sejumlah warga dan pemilik warung menolak dibubarkan.

Informasi yang dihimpun, kericuhan antar warga dan petugas terjadi pada Sabtu (10/7) sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, tiga pilar Kecamatan Kenjeran tengah melakukan operasi penindakan pelanggar PPKM Darurat di Bulak Banteng.

Namun karena tak terima ditindak, sejumlah warga melakukan perlawanan. Warga melakukan pelemparan ke mobil dan petugas. Aksi itu kemudian menyulut warga yang lain melakukan perlawanan. Warga kemudian mengusir petugas agar meninggalkan wilayah tersebut.

Dikonfirmasi terkait peristiwa itu, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Ganis Setyaningrum membenarkan. Ganis mengaku menyayangkan tindakan warga.

"Iya. Tentunya kami sangat menyayangkan atas kejadian tersebut," terang Ganis, Minggu (11/7/2021).

Menurut Ganis, seharusnya masyarakat mendukung dengan kebijakan PPKM darurat. Sebab hal itu dilakukan demi kesehatan dan keselamatan bersama di tengah lonjakan pandemi COVID-19.

"Oleh karena itu kami mengharapkan agar masyarakat mendukung kebijakan Pemerintah Pusat terkait PPKM Darurat demi kesehatan dan keselamatan bersama," tandas Ganis.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Jawa Timur, DKI Jakarta, Voli, Olympic
wwwwww