Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
21 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
21 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
21 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
20 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
21 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Lewat Single "Cinta Baru", Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Hiburan
21 jam yang lalu
Lewat Single Cinta Baru, Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Home  /  Berita  /  Olympic

200 Mal Dijarah di Afrika Selatan, 72 Orang Tewas, Ada Bayi Dilempar dari Gedung

200 Mal Dijarah di Afrika Selatan, 72 Orang Tewas, Ada Bayi Dilempar dari Gedung
Penjarahan di Afrika Selatan. (Foto: reuters)
Rabu, 14 Juli 2021 16:35 WIB

JAKARTA - Korban tewas di Afrika Selatan meningkat menjadi 72 orang dalam kekerasan yang melanda beberapa wilayah setelah mantan Presiden Jacob Zuma dipenjara. Situasi di negara itu pun bak medan perang.

Jumlah ini termasuk 10 orang tewas terinjak-injak saat penjarahan pada Senin malam di satu pusat perbelanjaan di Soweto.

BBC memfilmkan seorang bayi yang dilempar dari gedung di Durban yang terbakar setelah toko-toko di lantai dasar dijarah massa.

Militer telah dikerahkan untuk membantu polisi yang kewalahan sejak kerusuhan dimulai pekan lalu.

Polisi Afrika Selatan mengatakan mereka telah mengidentifikasi 12 orang yang diduga memprovokasi kerusuhan, dan total 1.234 orang telah ditangkap.

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menyebutnya sebagai beberapa kekerasan terburuk yang disaksikan di Afrika Selatan sejak 1990-an, sebelum berakhirnya apartheid.

Kebakaran meluas, jalan raya diblokir dan bisnis serta gudang dijarah di kota-kota besar dan kecil di provinsi KwaZulu-Natal dan Gauteng.

Para menteri telah memperingatkan jika penjarahan berlanjut, ada daerah-daerah yang berisiko kehabisan persediaan makanan pokok dalam waktu dekat. Meski demikian, mereka mengesampingkan menyatakan keadaan darurat.

Apa yang terjadi pada bayi itu? Bocah itu ditangkap kerumunan orang yang bergegas membantu mereka yang terjebak di blok apartemen di kawasan pusat bisnis Durban, kota pesisir di KwaZulu-Natal, pada Selasa sore.

Mereka yang mencuri dari toko-toko di lantai dasar Smith Street telah menyalakan api yang berkobar, mempengaruhi mereka yang tinggal di lantai atas.

Wartawan BBC Nomsa Maseko mengatakan setelah menangkap bayi itu, orang yang lewat dan tetangga bergegas mencari tangga untuk membantu warga lain, termasuk anak-anak, untuk menyelamatkan diri dari kebakaran.

Sang ibu bertemu kembali dengan bayinya, tetapi terlalu emosional untuk berbicara. Layanan penyelamatan tiba setelah sekitar 20 menit untuk membantu memadamkan api.

Seberapa parah kerusakannya? “Lebih dari 200 mal pusat perbelanjaan telah dijarah pada Senin sore,” ungkap CEO Business Leadership Afrika Selatan, Busisiwe Mavuso pada kantor berita Bloomberg.

Beberapa pusat perbelanjaan di Soweto, kota terbesar di Afrika Selatan yang pernah menjadi rumah bagi Nelson Mandela, telah dirampok habis-habisan.

Di Soweto, banyak ATM dibobol, restoran, toko yang menjual alkohol, dan toko pakaian semuanya dibiarkan compang-camping setelah dijarah.

Tentara yang bekerja sama dengan polisi berhasil menangkap beberapa perusuh. Secara total hampir 800 telah ditangkap, tetapi penegakan hukum masih kalah jumlah.

“Di KwaZulu-Natal, tempat ternak juga dicuri, kerusuhan berlanjut dengan ambulans yang diserang perusuh di beberapa daerah,” papar portal berita TimesLive.

Rekaman video menunjukkan bank darah dijarah di Durban saat Ramaphosa berbicara kepada seluruh rakyat pada Senin malam.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Basket, Olympic
wwwwww