Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
19 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
15 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
16 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
11 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
11 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
21 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Jelang Olimpiade Tokyo 2020

Lakukan Swab PCR Test dan Siapkan Asuransi Kesehatan

Lakukan Swab PCR Test dan Siapkan Asuransi Kesehatan
Raja Sapta Oktohari. (Dok. NOC Indonesia)
Rabu, 14 Juli 2021 22:37 WIB
Penulis: Azhari Nasution


JAKARTA - Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) menjalani Swab PCR Test sebagai syarat keberangkatan menuju Olimpiade 2020 Tokyo. Uji ini menjadi syarat wajib yang harus dilakukan Tim Merah Putih selama tujuh hari berturut-turut jelang keberangkatan ke Jepang.

Atlet, pelatih, dan official dari cabang olahraga panahan, menembak, renang, dan angkat besi sudah dikarantina di Jakarta. Mereka menjalani Swab PCR Test dengan protokol kesehatan ketat.

Turut hadir pula Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari dan Chef de Mission Kontingen Indonesia untuk Olimpiade 20200 Tokyo, Rosan P Roeslani.

“Ini adalah uji hari keempat jelang keberangkatan. Semua atlet sudah masuk karantina dengan sistem bubble, di mana satu atlet menempati satu kamar. Khusus surfing, tes dilakukan di Bali dan rowing di Pengalengan dengan rumah sakit yang telah mendapat rekomendasi dari pemerintah Jepang,” kata Okto, sapaan karib Raja Sapta, Rabu (14/07).

Tim Indonesia yang mendapat dukungan penuh dari Walls dan Li-Ning ini berkekuatan 28+1 alternated athlete. Mereka akan berkompetisi di delapan cabang olahraga. Keberangkatannya terbagi menjadi tiga kloter.

Pertama, bulu tangkis yang sedang menjalani pre-games training di Kumamoto sejak 8 Juli. Selanjutnya, cabang olahraga panahan, menembak, rowing, surfing, dan renang pada 17 Juli. Terakhir adalah cabang olahraga atletik pada 24 Juli.

Sementara, keberangkatan Ketua NOC Indonesia dan CdM dimajukan. Semula diagendakan pada 20 Juli, kini menjadi 17 Juli. Rombongan Head Quarters dan Tim pendukung dibagi dalam dua keberangkatan, yakni 20 Juli dan 24 Juli.

“Keberangkatan mengalami perubahan karena Ketua NOC Indonesia dan CdM harus menghadiri pertemuan di Tokyo. Selain itu, maskapai yang memiliki direct flight ke Narita Airport atau Haneda Airport sangat terbatas sehingga beberapa ada yang mengalami perubahan keberangkatan,” ujar Sekretaris Jenderal NOC Indonesia Ferry J Kono.

Meski demikian, Ferry mengatakan NOC Indonesia bersama CdM berkomitmen untuk menjaga atlet-atlet Indonesia. Kesehatan seluruh atlet yang berangkat akan diasuransikan sebagai salah satu upaya proteksi. “Jadi asuransi ini meliputi travel insurance dan juga Covid-19 coverage,” tambah Ferry. ***

wwwwww