Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
17 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
21 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
16 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
18 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
23 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
14 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Langkah IBL Soal Standarisasi Kontrak Pemain Dapat Dukungan

Langkah IBL Soal Standarisasi Kontrak Pemain Dapat Dukungan
Rabu, 14 Juli 2021 12:25 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Indonesia Basketball League (IBL) melakukan sebuah gebrakan baru di tahun ini. Liga menginginkan adanya standarisasi kontrak pemain, yang akan dimulai tahun ini. Dukungan terus mengalir untuk rencana tersebut, termasuk dari Daniel Timothy Wenas, yang dikenal getol menyuarakan tentang keadilan terhadap pemain.

Daniel menganggap bahwa kontrak yang ada di liga profesional sekarang agak merugikan dari sisi pemain. Padahal kontrak seorang pemain profesional bukan kontrak kerja, melainkan kontrak kerjasama. Ada pasal-pasal yang bisa dibicaraka antara pemain dan klub yang menaunginya. 

Kebanyakan dari para pemain kurang jeli dalam memahami kontrak tersebut. Oleh karenanya perlu ada standarisasi yang dibuat oleh liga, untuk melindungi hak-hak dan kewajiban pemain. 

"Saya rasa langkah ini sangat bagus. Meski saya belum tahu aplikasinya nanti seperti apa, yang jelas liga sudah membuat keputusan bagus untuk melindungi kami sebagai pemain," katanya.

Daniel prihatin dengan beberapa kabar tentang ketidakadilan terhadap pemain belakangan ini. Misalnya kasus Bogor Siliwangi, yang dia sendiri ada di dalamnya. Kemudian yang terbaru soal Dimaz Muharri. Semuanya membuktikan bahwa lemahnya posisi pemain dalam hal kontrak ini.

"Pemain harus lebih peduli lagi dengan kontrak yang mengikatnya. Setiap pasal harus dibaca dengan seksama," jelas Daniel. "Tapi sekarang liga sudah membuat standariasi kontrak. Kalau ini betul-betul bisa dijalankan maka liga kita akan lebih baik."

IBL sendiri sudah melakukan rapat koordinasi dengan klub-klub terkait standarisasi kontrak tersebut pada 10 Juli 2021. Sekarang draft tersebut masih dipelajari oleh klub-klub peserta. Nantinya kalau sudah disetujui, maka akan disosialiasikan ke pemain di liga.  ***

wwwwww