Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
20 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
19 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
22 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
17 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
5
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
20 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Ketua DPP PPP Tak Percaya Kasus Positif Covid Sudah di Atas 50 Ribu

Ketua DPP PPP Tak Percaya Kasus Positif Covid Sudah di Atas 50 Ribu
Ketua DPP PPP, Achmad Baidowi. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 16 Juli 2021 06:03 WIB
JAKARTA - Ketua DPP PPP, Achmad Baidowi menilai angka positif kasus Covid-19 yang kini sudah melebihi 50 ribu setiap harinya bukan lah data riil di lapangan, sebab banyak warga yang menolak untuk dilakukan tes PCR, terutama di wilayah pedesaan.

"(Kasus positif yang sebanyak) 54 ribu (data Rabu 14 Juli kemarin) itu kan ketemu berdasarkan hasil tes. Yang tidak dites banyak itu," ujar Awiek, sapaan akrabnya.

Ia membagi pengalaman pribadinya menyaksikan orang meninggal dengan gejala tertular, tapi tak mau "di-Covidkan"

"Mohon maaf ya, setiap hari di dapil saya setiap hari lima orang meninggal dengan gejala yang menyerupai Covid-19," ungkapnya.

Anggota Komisi VI DPR RI ini menambahkan banyak warga desa yang tidak berani untuk melakukan tes lantaran takut mengetahui bahwa dirinya terpapar Covid-19.

Di samping itu, Awiek juga memaparkan, persoalan mendasar masyarakat di wilayahnya enggak di tes Covid-19 adalah karena tidak berani masuk rumah sakit.

"Takut 'di-Covid-kan'. Meskipun sebenarnya dia sudah terpapar Covid-19. Gejalanya misalkan pilek sesak nafas, tidak bisa mencium bau, perasa, itu kan sudah ciri-ciri lah. Tetapi yang begitu tidak pernah dites, tidak pernah positif, jadi tidak termuat di data," ungkapnya.

Terkait lonjakan kasus positif yang terus tinggi, Sekertaris Fraksi PPP DPR RI ini menilai hal tersebut disebabkan tes swab yang dilakukan pemerintah lebih masif. Jika itu terus dilakukan menurutnya, maka semakin banyak jumlah yang terpapar Covid-19.

"Kalau tes swab PCR lebih masif lagi, maka makin banyak lagi, akan makin banyak yang positif,” tandasnya.

Berdasarkan data Satuan tugas Penanganan Covid-19 per Kamis ini (15/7), kasus positif meningkat hingga 56.757 orang, dan totalnya sudah mencapai 2.726.803 orang.

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Metropolitan, Voli, Olympic
wwwwww