Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
23 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
2
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
8 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
3
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
4
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
23 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
5
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Sepakbola
23 jam yang lalu
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
6
Mauro Jeronimo Harus Atur Kondisi Pemain Borneo FC Agar Tetap Kompetitif
Sepakbola
24 jam yang lalu
Mauro Jeronimo Harus Atur Kondisi Pemain Borneo FC Agar Tetap Kompetitif
Home  /  Berita  /  Voli

Abaikan Kesejahteraan Rakyat, Giliran BEM Udayana Juluki Jokowi 'The Guardian of Oligarch'

Abaikan Kesejahteraan Rakyat, Giliran BEM Udayana Juluki Jokowi The Guardian of Oligarch
BEM Udayana Juluki Jokowi 'The Guardian of Oligarch'. (foto: Istimewa)
Senin, 19 Juli 2021 22:18 WIB
JAKARTA - Belum lama lepas dari julukan The King of Lip Service yang dilayangkan Badan Eksekutif Mahasiswa Univesitas Indonesia (BEM UI), Presiden Joko Widodo kembali diberi label oleh gerakan mahasiswa lainnya.

Kali ini, BEM Universitas Udayana menyindir Jokowi dengan sebutan ‘The Guardian of Oligarch’ alias Sang Penjaga Oligarki.

Melalui akun Twitter @BEM_Udayana, Jokowi dinilai belum bisa menghadirkan keadilan di Indonesia. Selain itu, rezim Jokowi disebut kerap mengeluarkan kebijakan yang tak memihak kepada rakyat.

“Dalam umurnya sebentar lagi menginjak angka 76, kehadiran keadilan di muka bumi pertiwi ini semakin luntur. Ketika kebijakan yang dibuat pemerintah malah tidak menghiraukan kesejahteraan dari rakyatnya,” cuitnya, disitat Senin (19/7).

BEM Udayana membeberkan produk Undang Undang (UU) yang selama ini menguntungkan koruptor dan korporat. Sebaliknya, rakyat sipil dan lingkungan justru semakin dirugikan dengan sejumlah keputusan pemerintah.

“RUU KPK yang membuat koruptor bebas melalang buana, UU Cipta Kerja yang mengutamakan kepentingan korporat dan menginjak-injak lingkungan, represi kebebasan sipil yang seharusnya merupakan hal tabu dalam sebuah negara demokrasi, dan masih banyak lagi,” tegas BEM Udayana.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Metropolitan, Voli, Olympic
wwwwww