Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
16 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
16 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
18 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
9 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
5
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
18 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
6
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
18 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Bansos Rp600 Ribu Pemda DKI Cair, Warga Mengeluh Masih Kurang Banyak

Bansos Rp600 Ribu Pemda DKI Cair, Warga Mengeluh Masih Kurang Banyak
Warga rela mengantre bansos tunai di ATM Bank DKI yang berada di area pom bensin Jalan Pramuka Raya, Jakarta Timur, Senin (19/7/2021). (Foto: SINDOnews)
Selasa, 20 Juli 2021 08:13 WIB

JAKARTA - Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Pemprov DKI Jakarta bagi warganya di tengah penerapan PPKM Darurat mulai dicairkan hari ini Senin (19/7/2021). Ini membuat sejumlah ATM Bank DKI dipadati warga.

Puluhan warga rela antre panjang demi mendapatkan BST sebesar Rp600 ribu. Pemandangan itu terlihat di ATM Bank DKI yang berada di area pom bensin Jalan Pramuka Raya dan Pasar Beras Induk Cipinang, Jakarta Timur. Akibat antrean tersebut, pengelola SPBU tak bisa berbuat banyak. Pengelola hanya mengingatkan warga agar menjaga jarak supaya tidak menjadi klaster penularan Covid-19.

Putra, warga Matraman mengaku ikut antre agar bisa mengambil uang BST dari pemerintah. Pasalnya, BST tersebut sangat diperlukan untuk keperluan sehari-hari. "Iya saya mau ambil duit bansos di ATM, karena sudah engga megang duit lagi karena udah enggak kerja gara-gara PPKM Darurat," ujarnya di Matraman Jakarta Timur, Senin (19/7/2021).

Menurutnya, BST yang disalurkan pemerintah saat ini dirasa terlambat. Sebab, PPKM Darurat sudah berjalan sejak 3 Juli 2021 dan sangat menyusahkan warga yang hanya memiliki penghasilan harian.

"Harapannya bansos ini udah berjalan dari awal penerapan biar masyarakat enggak bingung. Semoga bansosnya selama PPKM Darurat bisa ada lagi karena jumlah segini enggak cukup," katanya.

Juned, warga Cipinang, Jakarta Timur menuturkan bansos yang diberikan pemerintah dengan jumlah Rp600 ribu dirasa kurang. Dia berharap agar pemerintah dapat kembali menyalurkan bantuan sosial berupa sembako demi mencukupi kebutuhan sehari-hari.

"Kalau bisa ditambah lagi bansosnya. Warga kayak saya yang penghasilannya dari jualan jadi keganggu karena PPKM ini," ujarnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Voli, Ekonomi, Olympic
wwwwww