Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
18 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
18 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
18 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
18 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
18 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
17 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Voli

Kementerian ATR BPN, Imbau Masyarakat Ikut Mewaspadai Kejahatan Mafia Tanah

Kementerian ATR BPN, Imbau Masyarakat Ikut Mewaspadai Kejahatan Mafia Tanah
Ilustrasi penguasaan tanah secara ilegal di atas HGU. (gambar: ist./alinea)
Rabu, 21 Juli 2021 13:36 WIB
JAKARTA - Kementerian ATR/BPN (Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional) mengimbau masyarakat mewaspadai berbagai modus kejahatan mafia tanah.

"Salah satu contoh kasus yang terjadi dalam praktik mafia tanah yaitu dengan memprovokasi masyarakat, petani atau penggarap untuk mengokupasi atau mengusahakan tanah secara ilegal di atas perkebunan HGU baik yang akan berakhir maupun yang masih berlaku. Serta kasus pemalsuan dokumen terkait tanah seperti Eigendom, Girik, Surat Keterangan Tanah, SK Redistribusi Tanah, serta tanda tangan Surat Ukur," kata Direktur Pencegahan dan Penanganan Konflik Pertanahan, Daniel Adityajaya dalam rilis yang diterima GoNEWS.co, Senin (19/07/2021).

Daniel Adityajaya mengungkapkan, dalam menangani kejahatan mafia tanah, Kementerian ATR/BPN telah bekerjasama dengan lembaga hukum dan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Tanah.

"Dimulai dengan adanya Memorandum of Understandin antara Kementerian ATR/BPN dengan Polri di tahun 2017 dan nanti akan dilakukan juga MoU dengan Kejaksaan Agung yang secara umum bekerjasama di bidang pertanahan dan tata ruang serta hingga kini diperkuat dengan terbentuknya satgas mafia tanah," ungkapnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Nasional, Voli
wwwwww