Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
14 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
14 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
15 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
16 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
15 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Indonesia Basketball League (IBL) 2022

Bryan Adha Elang Praditya Mengejar Emas PON Papua

Bryan Adha Elang Praditya Mengejar Emas PON Papua
Minggu, 25 Juli 2021 07:31 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SALATIGA - Bryan Adha Elang Praditya, center Satya Wacana Saints Salatiga, tak beristirahat lama setelah berkompetisi dalam gelembung Indonesia Basketball League (IBL) Camp pada bulan Maret- April lalu. “Saya hanya diberi istirahat seminggu, harus masuk dalam pemusatan latihan tim Jawa Tengah menghadapi PON Papua,” kata Bryan.

Selain Bryan sejumlah pemain IBL yang juga memperkuat Jawa Tengah dalam PON Papua adalah Tifan Eka Praditya, Samuel Devin Susanto (KAI Bima Perkasa Jogja), Habib Tito Aji (West Bandits Solo), Ramdhan Yudha Yuwana (Pacific Caesar Surabaya) dan Mario Davidson (Indonesia Patriots). 

“Kami akan berusaha keras merebut medali emas,menciptakan sejarah bagi basket putra Jawa Tengah,” tegas Bryan, pemuda kelahiran 7 April 1998.  Bryan sadar perjuangan merebut medali emas di Papua tidaklah mudah. “Semua saingan berat. Kekuatan merata, jadi kita harus bersiap semaksimal mungkin,” ujarnya. 

Pada IBL Pertamax 2021, tanpa pemain asing, peran Bryan cukup sentral bagi The Saints. “Kompetisi gelembung IBL kemarin berkesan buat saya, bisa memberikan kontribusi buat Satya Wacana walaupun belum maksimal,” katanya.

Walau demikian, bukan berarti Bryan lebih suka kompetisi tanpa pemain asing. “Semua ada plus minusnya, saya belum bisa menilai soal itu,” tuturnya. Dengan adanya pemain asing Bryan juga bisa belajar walau konsekuensinya menit bermain jelas berkurang.

Bryan menyebut mantan center Pelita Jaya Bakrie, Adhi Pratama sebagai idolanya. Dia sebenarnya berkesempatan berlatih bersama Adhi pada tahun 2016 ketika mengikuti trial di Pelita Jaya. “Sebelum bergabung dengan Satya Wacana, saya sempat dicoba berlatih bersama PJ, latihan Cuma tiga hari Senin sampai Rabu, sebab hari Kamis tim PJ harus berangkat mengikuti seri IBL, jadi ketemu Kak Adhi cuma pas latihan saja,” kenangnya.

“Waktu itu sebagai anak baru saya masih sungkan bahkan sedikit takut untuk bertanya kepada senior,” akunya sambil tertawa.

Bryan kini juga mendapatkan julukan dari para penggemar sebagai Lord Bryan. Dia tidak pusing menanggapi gelar barunya tersebut. “Saya senang-senang saja asal mereka juga senang, bisa jadi penambah semangat juga,” paparnya. 

Kini Lord Bryan dan kawan kawan akan berusaha menaklukkan lawan-lawan di PON Papua demi tekad merebut medali emas. ***

wwwwww