Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
10 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
10 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
11 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
12 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
11 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
7 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Olimpiade 2020 Tokyo

Periingkat ke-17, Melani/Mutiara Butuh Tambahan Jam Terbang

Periingkat ke-17, Melani/Mutiara Butuh Tambahan Jam Terbang
Melani/Mutiara. (Dok. NOC Indonesia)
Kamis, 29 Juli 2021 16:13 WIB
Penulis: Azhari Nasution

TOKYO - Pelatih Dayung Indonesia Muhammad Hadris mengevaluasi penampilan Melani Putri/Mutiara Rahma Putri yang tampil di nomor Lightweight Double Sculls (LWX2) Olimpiade 2020 Tokyo. Menurutnya, jam terbang menjadi kendala bagi anak-anak latihnya untuk tampil kompetitif.

Melani/Mutiara hanya mampu menempati peringkat ke-17 pada Final C (perebutan posisi 13-18) LWX2 di Sea Forest Waterway, Tokyo, Jepang, Kamis (29/07). Melani/Mutiara mencatat waktu 7 menit 25,06 detik. Hasil ini, dikatakan Hadris, lebih baik dibanding saat turun di babak repechage.

“Saat repechage, catatan waktu anak-anak 8 menit 03,19 detik. Jadi sekarang sebenarnya lebih baik. Mereka sudah berusaha maksimal untuk bisa memenuhi target masuk 16 Besar. Tetapi, Tunisia memang jauh lebih unggul," kata pelatih Tim Nasional (Timnas) Dayung Indonesia, Muhammad Hadris kepada Tim Media NOC Indonesia.

Menurut Hedris, potensi cabang olahraga dayung untuk meraih prestasi cukup besar. Untuk itu, katanya, perlu dilakukan trainning camp (TC) di luar negeri untuk menambah jam terbang sehingga nantinya dapat meningkatkan prestasi atlet dayung yang bakal turun di Olimpiade 2024 Paris.

"Ke depan, kami perlu mengirimkan atlet menjalani TC di luar negeri. Jadi, mereka bisa lebih fokus dan bisa mengikuti berbegai event internasional," katanya.

“Menurut saya ini pending bagi Melani/Mutiara karena mereka ini masih muda dan potensial untuk tampil lagi di Olimpiade 2024 Paris.***

wwwwww