Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
22 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
22 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
22 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
23 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Lewat Single "Cinta Baru", Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Hiburan
23 jam yang lalu
Lewat Single Cinta Baru, Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Home  /  Berita  /  Nasional

Belasan Orang Dipisahkan Kamarnya karena Sakit, Legislator Apresiasi Pesantren

Belasan Orang Dipisahkan Kamarnya karena Sakit, Legislator Apresiasi Pesantren
Anggota Komisi VIII DPR RI, Lisda Hendrajoni saat meninjau persiapan salah satu fasilitas isolasi pasien Covid-19. (foto: dok. ist.)
Minggu, 01 Agustus 2021 15:05 WIB
JAKARTA - Suatu pesantren yang menyelenggarakan boarding school tingkat SD dan SLTP di Banten, dikabarkan memisahkan kamar 15 orang yang menderita sakit.

Seorang siswa SD di pesantren tersebut menginformasikan hal ini kepada orang tuanya. Tapi belum ada keterangan dari pihak pesantren kepada wali murid/wali santri mengenai hal ini, termasuk sakit apa yang diderita oleh belasan orang tersebut. Pihak pesantren hanya berpesan kepada wali santri/siswa agar mengirim masker, vitamin dan madu untuk anak mereka masing-masing.

Sepanjang informasi yang diterima GoNEWS.co, pesantren tersebut sudah melakukan pengetatan mobilitas sejak sebelum belasan orang menderita sakit. Di masa libur, santri/siswa tetap berada di pesantren dan kunjungan wali santri/wali murid terjadwal pun dilakukan secara virtual.

Terkait hal ini, Anggota Komisi VIII fraksi Partai NasDem DPR RI, Lisda Hendrajoni menyatakan apresiasi kepada pihak pesantren karena bersikap tanggap terhadap kondisi kesehatan setiap anak dan setiap orang yang menetap di dalam lingkungan pesantren tersebut.

"Kita tentu mengapresiasi ketanggapan pihak pesantren untuk memisahkan yang sakit itu ya. Tapi tentu, perlu jelas juga mereka yang sakit itu sakit apa karena kalau ada salah satu yang ternyata terpapar Covid-19 berarti kan satu lingkungan pesantren itu harus di-tracing," kata Lisda kepada GoNEWS.co Minggu (1/8/2021).

Lebih jauh, menurut Lisda, pemerintah juga harus menetapkan kebijakan terkait penanggulangan Covid-19 di pesantren. "Tentu harus ada aturan khusus lah tentang ini sehingga anak-anak ini dapat tetap belajar dengan tetap terjamin kesehatannya dari ancaman virus korona,".

"Sekolah lain kan belajar dari rumah, tapi khusus pesantren ini kan masih belajar di kelas," ujar Lisda.

Lisda menjelaskan, belum ada laporan terkini yang diterima Komisi VIII dari pemerintah mengenai teknis penanggulangan pandemi Covid-19 di pesantren, termasuk soal treatment untuk mereka positif Covid-19. Tapi merujuk penanggulangan sebelumnya, ada pesantren yang menyediakan tempat isolasi mandiri di lingkungan pesantren dan ada juga yang melakukan isolasi di luar pesantren.

Lebih jauh, kata Lisda, tenaga treatment jika isolasi dilakukan di pesantren juga perlu jadi perhatian. "Makanya, ini perlu koordinasi dengan pihak-pihak terkait,".

"Harus betul komunikasi dan koordinasinya dengan pihak terkait, dalam hal ini dinas kesehatan dan dinas terkait. Pesantren harus proaktif," kata Lisda.

Lisda mengingatkan pemerintah untuk memberi perhatian pada penanganan pandemi Covid-19 di pesantren di mana anak-anak atau generasi penerus bangsa menimba ilmu.

"Kenyataannya sekarang ini, sudah banyak anak-anak pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Jadi, tidak bisa kita anggap sepele. Di dunia, malahan negara kita yang menonjol angka kematian pasien Covid-19 nya, karena banyaknya kasus pada anak," pungkas Lisda.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Banten, DKI Jakarta, SEA Games, Kriminal, Nasional, Umum
wwwwww