Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
14 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
16 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
11 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
9 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
9 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
8 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Indonesia Basketball League (IBL) 2022

Menanti Kiprah Guard Rionny Rahangmetan

Menanti Kiprah Guard Rionny Rahangmetan
Senin, 02 Agustus 2021 06:29 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Tak banyak pemain Papua di liga profesional, tapi sekali muncul, mereka pasti bisa mencuri perhatian. Salah satunya Rionny Rahangmetan. Dia merupakan sosok guard eksplosif yang masih dinanti kemunculannya. 

Rionny adalah guard kelahiran Jayapura, 29 Maret 1992. Dia pertama kali muncul di liga profesional tahun 2012 bersama tim Satya Wacana Metro LBC Bandung, yang belakangan dikenal dengan nama Satya Wacana Saints Salatiga. Meski bermain di posisi guard, Rionny terbilang tinggi dengan 180 cm. 

Permainannya eksplosif sehingga sangat cocok berada di tim yang memainkan strategi dengan mengandalkan kecepatan. Rionny sendiri sempat istirahat di musim 2014-15. Tapi dia kembali bermain di IBL 2016 sampai 2019. Rionny termasuk dalam tim yang mencetak sejarah di Satya Wacana. Karena dia pernah mengantar Satya Wacana lolos Playoffs pertama kali di IBL 2016. Saat itu Rionny mencetak rata-rata 3,9 PPG, 3,4 RPG, dan 2,8 APG.

Pada tahun 2018, Rionny pindah ke Prawira Bandung. Salah satu faktornya karena ada Jerry Lolowang yang saat itu bertugas sebagai asisten pelatih Prawira. Jerry dulunya kapten tim Satya Wacana Salatiga, sehingga dia mengenal Rionny dengan baik. 

Namun setelah musim 2018-19, Rionny tidak bermain lagi di liga profesional. Tidak tahu apa alasannya, namun yang pasti Rionny masih layak untuk tampil di liga profesional. Semoga ada tim di liga yang membutuhkan jasa guard asal Jayapura ini. ***

wwwwww