Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
21 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
17 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
18 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
13 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
13 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
13 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Nasional

GG PAN: Perubahan Surat Suara Butuh Kajian Komprehensif

GG PAN: Perubahan Surat Suara Butuh Kajian Komprehensif
Ilustrasi e-vote atau pengisian suara dalam Pemilu secara elektronik sebagai model pemungutan suara yang paralel dengan percepatan digitalisasi. (foto: dok. ist.)
Rabu, 04 Agustus 2021 13:46 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi II Fraksi PAN DPR RI, Guspardi Gaus alias GG, mendukung rencana KPU melakukan perubahan surat suara untuk Pemilu 2024 tapi kajian harus komprehensif.

Rilis Guspardi yang diterima GoNEWS.co, Rabu (4/8/2021) menyebut, ada enam model usulan surat suara yang disiapkan KPU, tiga diantaranya pemilih cukup menggunakan satu surat suara dan tiga model lainnya menggunakan dua lembar surat suara.

"Dari sisi cara memilih juga mempunyai pilihan mencontreng, mencoblos dan ada juga yang harus menulis.Tentu hal ini tidaklah sederhana. Sebab selama ini pemilih sudah terbiasa mencoblos saat Pemilu," ujar Guspardi.

Dahulu, tutur Guspardi, Indonesia pernah menggunakan metode mencontreng untuk Pemilu tetapi kemudian dikembalikan lagi ke metode mencoblos karena ketika itu rentan manipulasi. "Jadi, harus diperhatikan metode mencontreng lebih mudah disalahgunakan sehingga mengakibatkan banyaknya surat suara menjadi tidak sah," ujar GG.

Lebih jauh, Ia menegaskan, perubahan desain surat suara dan cara atau metode yang akan digunakan tentu memerlukan perubahan pasal-pasal dalam UU Pemilu. Sementara semua fraksi di DPR telah sepakat tidak melakukan perubahan UU Pemilu untuk pelaksanaan Pemilu 2024. "Ini juga harus menjadi pertimbangan,".***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Badminton, Kriminal, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww