Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
24 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
2
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
24 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
3
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
4
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
24 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
5
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
24 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Ketua DPD RI Ingatkan Pentingnya Toleransi dan Solidaritas Hadapi Pandemi

Ketua DPD RI Ingatkan Pentingnya Toleransi dan Solidaritas Hadapi Pandemi
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto: Humas)
Sabtu, 07 Agustus 2021 19:09 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

SURABAYA - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyebut Bangsa Indonesia memiliki nilai-nilai tradisi yang baik, yaitu toleransi dan solidaritas. 

Menurut LaNyalla, kedua nilai itu sangat diperlukan untuk menghadapi pandemi Covid-19.  "Kedua sikap itu perlu diperkuat dan disuburkan kembali di setiap kalangan sehingga pandemi ini bisa dilalui secara bersama-sama," ujar LaNyalla saat masa reses di Jawa Timur, Sabtu (7/8/2021).

Dijelaskannya, lonjakan kasus positif Covid-19 di Indonesia hingga saat ini sangat fluktuatif. Bahkan, sering di luar prediksi. 

Wabah Corona dapat menyerang siapa saja,  tidak mengenal usia, status sosial serta jenis kelamin. Artinya setiap orang berpotensi terpapar.

"Yang diperlukan kemudian adalah kesadaran penuh dari setiap orang untuk saling mendukung dan memberikan semangat satu dan yang lainnya," ucap Senator asal Jawa Timur itu.

Fakta-fakta di lapangan terkait merebaknya virus ini, lanjut LaNyalla, diharapkan 
menumbuhkan rasa empati dan saling membantu. Orang yang mempunyai kelebihan ekonomi harusnya membantu yang miskin, yang memiliki kemampuan dan waktu bisa menjadi relawan dan lain-lain.

"Makanya kita sangat miris jika masih ada sebagian orang yang memanfaatkan penderitaan saudara kita yang terkena Covid, baik penimbunan obat atau oksigen atau perilaku tidak terpuji lainnya," jelasnya.

Bagi LaNyalla, wabah Covid-19 juga harus mampu menumbuhkan rasa solidaritas
untuk membantu sesama. Tanpa melihat suku, agama, ras atau golongan.

"Wabah Covid 19 ini hanya dapat dilawan dengan kebersamaan. Kesehatan dan ekonomi akan tumbuh kalau solidaritas dan juga toleransi itu terbangun di kalangan masyarakat. Sekarang saatnya bergotong-royong, bukan saling menghujat atau menyalahkan apalagi ketidakpedulian," tuturnya.

LaNyalla mengingatkan para tokoh masyarakat untuk memberikan contoh bertoleransi yang baik. Bisa menjadi panutan, tidak kontroversial dan bisa membangun komunikasi yang tepat.

"Tidak perlulah para tokoh masyarakat untuk berpolemik, berdebat yang pada akhirnya membuat masyarakat bingung. Hal seperti ini justru kontraproduktif," ujarnya.

LaNyalla pun mengapresiasi  berbagai komunitas lintas agama, lintas etnik, lintas golongan dari Sabang sampai Merauke yang melakukan gerakan-gerakan sosial bagi masyarakat terdampak Covid-19.***

wwwwww